Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Hujan singkat, 30.4 ° C

Menguak Rahasia Ketok Magic

Asep Budiman
Ilustrasi/ALI PARMA/PR
Ilustrasi/ALI PARMA/PR

KETOK magic sempat mengalami masa kejayaan sebelum era tahun 2000-an. Kala itu, ada ratusan bengkel misterius tersebut yang mudah ditemukan di setiap sudut kota dengan kekhasan sekeliling bangunannya hanya ditutup rapat oleh seng.

Sepintas, orang awam akan mengira ada aktivitas mistis di balik perbaikan mobil di bengkel ketok magic. Padahal, jika diamati dengan indra pendengaran dari luar bengkel, akan terdengar suara dentuman metal bersahutan.

Tidak dimungkiri, bengkel ketok magic memberikan warna baru dan menjadi solusi alternatif. Sejumlah pemilik kendaraan menganggap perbaikan di ketok magic relatif singkat, hasilnya tidak mengecewakan, dan harganya miring.

Apabila pemilik kendaraan memasukkan mobilnya ke bengkel resmi atau bengkel biasa, mereka harus merogoh kocek dalam-dalam. Setidaknya, perbaikan bodi yang dihitung per panel akan dibanderol rerata di kisaran Rp 750.000 hingga Rp 1,5 juta, tergantung tingkat kerusakan.

Sementara itu, bengkel ketok magic berani memasang harga relatif lebih murah mulai dari Rp 100.000 untuk baret atau penyok ringan. Biaya perbaikan akan meningkat hingga jutaan rupiah sesuai dengan tingkat kerusakan dan lama pengerjaan.

Meskipun demikian, tarif yang ditawarkan masih bisa dinegosiasikan sehingga pemilik bengkel dan konsumen sama-sama diuntungkan. Demikian dikemukakan Hendro (50), salah seorang pemilik bengkel Ketok Magic Blitar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, baru-baru ini.

"Perbaikan penyok tergantung lukanya, paling kecil Rp 100.000 untuk penyok kecil. Perbaikan bisa selesai kurang dari satu jam," ucap Hendro saat "PR" diperkenankan mengintip bengkel kerjanya.

Trik khusus

Di balik bengkel yang dikelilingi seng itu, kondisi di dalamnya sederhana. Tak terlihat mesin canggih ataupun alat pendukung berteknologi tinggi. Yang tampak hanya alat-alat beng­kel sederhana dan bahan-bahan perbaikan, seperti cat.

Meskipun dengan alat-alat sederhana, bengkel ketok magic mampu memperbaiki kerusakan bodi dengan baik. Oleh karena itu, konsumen yang acap kali singgah ke bengkelnya adalah pelanggan setia.

Rasa penasaran pun menggelayut di benak, bagaimana dengan alat sederhana bisa memperbaiki kerusakan bodi mobil parah sekalipun. Ternyata, bukan hal magis ataupun mistis yang diandalkan, melainkan ada trik khusus yang tetap dijaga kerahasiaannya.

"Memang ada trik khusus. Tiap bengkel ketok magic ada yang sama caranya, ada juga yang beda," tuturnya.

Kemisteriusan cara kerja bengkel ketok magic itu yang tetap dijaga oleh para pemilik bengkel yang mayoritas berasal dari Blitar, Jawa Timur. Namun, apa pun caranya, orientasi terpenting bagi pemilik kendaraan adalah mobilnya mulus kembali.

Solidaritas 

Hendro yang kini sudah berusia setengah abad, mengaku sudah menjalankan profesi ini sejak berusia 23 tahun. Kala itu, dia merantau dari Blitar ke Kota Bandung dan menimba ilmu kepada temannya yang juga bekerja di bengkel ketok magic.

Setelah memiliki modal dan keahlian yang mumpuni, dia pun membuka bengkel sendiri. Dibantu kakak dan keponakannya, Hendro mampu memperbaiki lebih dari 30 mobil setiap bulan.

"Enggak pernah ngitung berapa-berapanya, lebih dari 30 mobil, tapi enggak sampai 50 mobil. Kebanyakan sudah langganan," ujarnya.

Jika sedang marema dan kewalahan menangani konsumen, Hendro mengaku tak khawatir tak tertangani. Pasalnya, sesama bengkel ketok magic rupanya punya solidaritas yang kuat untuk saling membantu di kala ada yang kebanjiran orderan.

"Biasanya yang kerjakan hanya tiga orang. Tapi, kalau lagi banyak, ya minta bantuan orang dari bengkel lain," kata Hendro.

Dengan puluhan pelanggan yang datang silih berganti setiap bulannya, kualitas bengkel ketok magic sudah tidak diragukan lagi. Pelanggan yang hendak memperbaiki kendaraannya pun berasal dari beragam daerah.

Dengan tarif yang relatif murah, Hendro mengaku konsumennya berasal dari kalangan menengah ke atas. Mobil yang diperbaikinya setidaknya varian MPV seperti Avanza. "Jarang diterima mobil yang jadul-jadul," ujar Hendro.

Jaga kualitas

Sebelum tahun 2000, menurut dia, mobil yang rusak parah pun sebisa mungkin diperbaiki. Ketika itu, dia menceritakan bahwa masih jarang bengkel atau toko onderdil yang menjual suku cadang bodi. Maka wajar, era sebelum tahun 2000-an adalah masa kejayaan ketok magic. "Sekarang kalau bumper rusak parah, tinggal beli yang baru," ucapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, lama perbaikan bodi bergantung pula pada kondisi mobil dan cuaca. Misalnya, pengecatan bodi per panel dibanderol sekitar Rp 500.000, sedangkan full body sekitar Rp 6 juta. Pengecatan full body bisa memakan waktu kurang lebih 1 pekan hingga 10 hari. 

"Kalau baretnya dalam, dempulnya juga lama. Cuaca bagus, pengeringan lebih cepat. Enggak pakai alat pengering karena nanti kualitasnya jelek," ucapnya.

Untuk menjaga kualitas, Hendro mengaku memakai bahan cat yang paling bagus. Dia enggan memberi diskon besar, tetapi mengorbankan kualitas. Meskipun tak menjamin kualitas perbaikannya sama dengan bengkel resmi atau layaknya mobil baru, dia mempertahankan kualitas demi menjaga kesetiaan pelanggan.

"Pakai bahan yang paling bagus. Kalau sama dengan orisinal sih enggak. Tapi, mending keukeuh harga yang penting mempertahankan kualitas karena efeknya kembali ke bengkel," tutur Hendro.***

Bagikan: