Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 13.985,00 | Sedikit awan, 21.1 ° C

Kebijakan DP Kendaraan Nol Persen Belum Diikuti oleh Industri

Tia Dwitiani Komalasari
Ilustrasi.*/REUTERS
Ilustrasi.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli menyebutkan bahwa suku bunga tinggi menjadi tantangan terbesar dalam meraih target pertumbuhan pembiayaan di 2019. Pihaknya juga belum memiliki rencana untuk mengimplementasikan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) no.32 tahun 2018 tentang uang muka nol persen untuk kendaraan bermotor.

‎"Suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu pasti mempengaruhi pembiayaan orang membayar cicilan dibandingkan 2018. Kalau pengaruh dari tahun politik, saya liat gak ada apa-apa ya," ujar dia saat konferensi pers program Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas) di Jakarta, Kamis 7 Februari 2019.

Kondisi itu yang menyebabkan Adira memasang target pertumbuhan pembiayaan sebesar 5-10 persen pada 2017.‎ Padahal realisasi pembiayaan pada 2018 tumbuh sebesar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Saya kira itu (target 5-10 persen) cukup moderat," ujarnya.

Kredit macet

Meskipun demikian, Hafid mengatakan, bahwa pihaknya juga masih belum merencanakan akan mengikuti POJK no.35 tentang uang muka nol persen bagi kendaraan otomotif. Seperti diketahui, POJK tersebut dikeluarkan untuk memberikan stimulus terhadap pertumbuhan konsumsi.

"Saat ini  masih mempertimbangkan, belum menjalankan. K‎ami mempertimbangkan dari sisi kredibilitas  konsumennya," ujar dia.

Hafid menambahkan, saat ini porsi kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) Adira Finance masih rendah yaitu sebesar 1,7 persen. "Itu NPL Gross ya, kalau Nett saya yakin di bawah 1 persen. Kami selalu upayakan NPL Gross  ada di bawah 2 persen setiap tahunya," ujar dia.‎ 

Untuk mendorong pertumbuhan, dia mengatakan, Adira Finance juga menyelenggarakan beberapa program diantaranya adalah Harcilnas. Program ini merupakan undian berhadiah berbasis poin yang ditujukan bagi konsumen baru dan lama. Sebanyak 250 konsumen yang memenangkan undian bisa mendapatkan hadiah berupa pelunasan ci‎cilan. Sementara 750 konsumen yang memenangkan undian lainnya bisa mendapatkan hadiah pelunasan satu bulan cicilan.

Sementara itu Direktur Adira Finance, Niko Kurniawan Bonggowarsito, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi pada konsumen. "Kami menyadati bahwa pertumbuhan bisnis Adira tidak lepas dari peran konsumen. Program ini berlangsung dari 1 Februari hingga 31 Oktober 2018 dan akan diundi setiap bulan," ujarnya.***

Bagikan: