Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 20.3 ° C

7 Cara Merawat Sepeda Motor Saat Musim Hujan

Asep Budiman
Ilustrasi/ASEP BUDIMAN/PR
Ilustrasi/ASEP BUDIMAN/PR

SAAT ini beberapa wilayah di Indonesia sedang memasuki musim hujan. Para pemilik sepeda motor harus melaaakukan perawatan ekstra karena guyuran air hujan dapat membuat sejumlah kerusakan pada beberapa bagian sepeda motor.

PT Daya Adicipta Motora (DAM) memiliki tujuh saran bagai para pengguna sepeda motor ketika memasuki musim hujan dengan agar memperhatikan kondisi kendaraannya. Dengan demikian, sepeda motor akan tetap aman dan nyaman saat dikendarai. 

Ban

Asisten Manajer Technical Training DAM, Ade Rohman, meminta pengendara agar memperhatikan kondisi ban motor dalam keadaan tidak habis/aus. Ban yang sudah aus akan mengakibatkan daya cengkeram ban terhadap jalan berkurang, terutama dalam kondisi hujan. ”Pastikan tekanan ban selalu dalam kondisi standar untuk memaksimalkan daya cengkeram ban terhadap jalan raya,” ujar Ade Rohman, baru-baru ini.

Cub suppressor 

Dia menekankan, untuk memastikan cub suppressor dalam kondisi prima, terutama karet seal sehingga mesin akan selalu prima walaupun sepeda motor menerjang genangan air hujan. Jika karet atau seal cub suppressor dalam kondisi kurang baik, busi akan korsleting ketika sepeda motor di­kendarai dalam kondisi hujan. Terlebih, jika cub suppressor terkena air hujan.

Rantai

Ade menyatakan, kondisi rantai harus dicek secara berkala dengan membersihkan dan memberikan pelumas rantai dengan oli SAE 80-90 karena air hujan mengandung zat asam yang tinggi. Jika rantai dibiarkan tanpa pelumasan secara teratur, akan cepat keropos dan rusak (aus). 

”Jika harus melakukan pergantian suku cadang, gunakan Honda Genuine Parts (HGP) sebagai suku cadang asli Honda yang sangat direkomendasikan bagi pengguna sepeda motor Honda,” ucap Ade.

Libas genangan air

Menurut dia, pengendara sepeda motor harus berhati-hati saat dipaksakan melibas genangan air. Pastikan genangan air yang dilewati tidak mencapai ketinggian lubang filter udara. Jika filter udara kemasukan air, mesin akan mengalami water hammer. Risikonya, sepeda motor akan mogok, blok mesin retak, piston pecah, stang seher bengkok, dan komponen utama mesin juga akan mengalami kerusakan. 

Cuci sepeda motor

Ade menyarankan, sebaiknya lebih sering mencuci sepeda motor, terutama setelah terkena air hujan. Hal tersebut agar cover, pelek, frame, dan lain-lain yang ada pada sepeda motor tidak terjadi perubahan warna dan keadaan memburuk lainnya. ”Mencuci motor yang terkena air hujan dengan air bersih dapat bermanfaat untuk mencegah timbulnya karat pada sepeda motor,” ujar Ade.

Selain itu, Ade meminta pengendara sepeda motor tipe sport supaya berhati-hati ketika mencuci dengan steam atau tekanan tinggi. Ketika air bertekanan tinggi disemprotkan ke bagian fuel tank, ada uap air yang akan masuk melalui fuel tank cap atau tutup tangki. Hal ini akan mengakibatkan fuel tank keropos atau berkarat di bagian dalam.

Lampu LED

Untuk sepeda motor yang menggunakan lampu depan jenis LED, ungkap Ade, jika arah cahaya lampu berada dalam posisi normal sebaiknya arah cahaya lampu depan dibuat lebih meng­arah ke bawah. Dengan begitu, pencahayaan lampu menjadi lebih maksimal ketika digunakan dalam kondisi hujan. 

Menurut dia, fungsi ini membuat pengendara akan menerima pantulan cahaya lampu dari cermin yang terbentuk oleh rintikan hujan. Pengendara akan mengalami penurunan penglihatan ke jalan pada saat terjadi hujan.

Servis berkala

Ade menyarankan pemeriksaan sepeda motor secara berkala dan rutin di bengkel Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) terdekat. ”Ini merupakan hal utama yang harus dilakukan untuk memastikan kendaraan Anda tetap prima saat dikendarai dan menghadapi musim hujan,” tutup Ade. ***

Bagikan: