Pikiran Rakyat
USD Jual 14.291,00 Beli 13.991,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Jawa Barat Pasar Potensial Mobil Tiongkok

Tim Pikiran Rakyat
Mobil Tiongkok/REUTERS
Mobil Tiongkok/REUTERS

KEHADIRAN merek-merek mobil baru seperti Wuling dan DFSK di Indonesia menunjukkan besarnya potensi pasar nasional. Dengan harga yang lebih murah dengan penampilan dan fitur yang tak kalah menarik, mobil asal Tiongkok itu mampu merebut perhatian konsumen dalam negeri.

Lantas, akan mampu bertahankah produk-produk otomotif asal negeri Tiongkok di Indonesia? Atau perlahan hilang seperti motor-motor jenis cub (bebek) yang pernah masuk dan beredar di negeri kita. Perlu bukti dan waktu yang akan menentukan, apakah bisa survive atau sirna ditelan waktu seperti produk-produk sebelumnya sekelas Changan, Geely Panda, dan Chery.

Mobil eks Tiongkok perlu upaya luar biasa serta butuh sentuhan keajaiban untuk bisa bersaing di pasar otomotif Indonesia, sekaligus bisa mengimbangi merek-merek Jepang, Korea Selatan, atau Amerika Serikat yang sebelumnya telah jauh lebih mapan di Indonesia. Selain itu, dibutuhkan pula modal kuat untuk bisa berkembang di dalam negeri. 

”Potensi pasar kendaraan terbuka luas di Kota Bandung. Dengan demikian, DFSK terdorong untuk menghadirkan Glory 580 di ibu kota Provinsi Jawa Barat ini. Kami sangat yakin bahwa DFSK Glory 580 yang mengusung berbagai keunggulan dan fitur lengkap di kelasnya, akan memikat calon konsumen yang membutuhkan kendaraan SUV di perkotaan,” ucap Franz Wang, Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile.

Selain menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Bandung juga menjadi pusat aktivitas bisnis dan ekonomi. Rata-rata setiap tahun tercatat pertambahan kendaraan bermotor yang lalu-lalang di jalanan kota Bandung sebesar 11%. ­Dengan demikian, tak kurang dari 1,5 juta kendaraan bermotor ada di wilayah kota Bandung dan sekitarnya.

DFSK Glory 580 hadir untuk pasar Kota Bandung dalam 4 varian, yakni 1.8L Comfort 5M/T, 1.5L Turbo Comfort CVT, 1.5L Turbo Luxury 6M/T, dan 1.5L Turbo Luxury CVT. Untuk mendukung peredarannya, hadir diler DFSK Bandung, yang berada di bawah PT Sinar Terang Mobilindo, di bilangan Jalan BKR, Bandung yang telah beroperasi, menyusul satu gerai berikutnya yang masih dalam tahap konstruksi.

Penyesuaian harga

Sementara itu, berdasarkan data ­Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia periode Januari-November 2018, Wuling menempati peringkat 9 besar. Secara wholesales, Wuling membukukan penjualan 14.677 unit dengan pangsa pasar 1,4%. Sementara itu, penjualan tahun 2017 sebesar 3.918 unit ­dengan pangsa pasar baru 0,4%. 

Brand Manager Wuling Motors Dian Asmahani menuturkan, seperti halnya pabrikan lain, menurut Dian, sejak awal tahun 2019 Wuling telah melakukan penyesuaian harga untuk seri Confero dan seri Cortez sesuai dengan kondisi saat ini. Meskipun demikian, ia berharap harga yang ditawarkan Wuling masih dapat diterima oleh konsumen tanah air.

Sejalan dengan ”Drive for a Better Life”, Dia menegaskan, Wuling berusaha untuk meningkatkan layanan purnajual melalui jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia.  Awalnya, Wuling merencanakan jaringan tahun 2018 sebanyak 80 diler, tetapi per Desember 2018 tercatat ada 90 diler atau melebihi dari rencana itu. 

Tahun 2019 ini, pihaknya berencana untuk terus memperluas dan memperkuat jaringan diler untuk memberikan layanan penjualan serta purnajual yang prima dan lebih mendekatkan diri dengan konsumen. Wuling pun turut memberikan garansi umum 3 tahun atau 100.000 kilometer, garansi komponen utama mesin dan transmisi selama 5 tahun atau 100.000 kilometer, gratis biaya jasa servis berkala sampai dengan 50.000 kilometer atau 4 tahun, mana yang lebih dulu tercapai. 

”Kemudian kami juga memiliki layanan Wuling Insurance, Wuling Mobile Service, sampai dengan Wuling Customer Assistance yang dapat dikontak melalui nomor 0800-100-5050,” kata Dian.

Siapkah mobil Tiongkok hadapi medan Indonesia?

Secara demografis, Dian menjelaskan, konsumen Wuling sebagian besar berdomisili di Pulau Jawa dan berasal dari berbagai kalangan yang tentunya tertarik untuk memiliki mobil MPV. Produk yang paling dicari konsumen ialah seri Confero yang menjadi produk dengan capaian penjualan tertinggi hingga saat ini.

Menurut dia, semua lini produk sudah dikembangkan dan siap dikendarai dalam berbagai medan dan cuaca. Produk Wuling telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan kondisi infrastuktur di Indonesia.

Sebagai merek baru di Indonesia, Dian memaparkan, Wuling memerlukan usaha yang lebih agar dapat mendekatkan diri dengan konsumen di tanah air. Selain menghadirkan pilihan kendaraan yang beragam seperti Confero dan Cortez di pasar MPV dan Formo di segmen light commercial vehicle (LCV), Wuling juga berencana menghadirkan produk baru di segmen SUV untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia pada tahun ini. 

”Kami berharap kehadiran produk baru kami ini akan mendapatkan sambutan yang hangat dari konsumen,” ucap Dian. ***

Bagikan: