Pikiran Rakyat
USD Jual 14.291,00 Beli 13.991,00 | Cerah berawan, 25.4 ° C

Ciri Bearing Sepeda Motor Bermasalah dan Cara Mengatasinya

Toni Irawan
Bearing/Emerson Bearings
Bearing/Emerson Bearings

BENTUK fisik dari bearing atau umum dikenal sebagai laher memang kecil. Meskipun kecil, bearing sepeda motor memiliki fungsi yang sangat vital untuk masalah kenyamanan dan keselamatan ketika berkendara.

Apa yang terjadi jika kondisi bearing pada roda sepeda motor kita meng­alami masalah, misalnya oblak. Tentunya akan memengaruhi handling dan kenyamanan berkendara.

Fungsi dari komponen bearing adalah untuk menjaga poros roda tidak langsung bergesekan dengan rumah as pada pelek. Dengan adanya bearing maka putaran roda akan semakin minim gesekan dan lebih stabil. Komponen bearing menjadi cepat sekali mengalami oblak jika gaya berkendara kita memang kurang smooth saat melewati polisi tidur atau sering melewati jalan yang rusak. 

Jalanan yang rusak akan memberikan tekanan berlebih pada komponen bearing sepeda motor, sebelum tekanan tersebut diteruskan ke komponen shock breaker alias peredam kejut. Semakin sering mendapat tekanan yang berlebih maka akan menyebabkan masa pakai bearing menjadi lebih singkat.Dari sisi konstruksi, bearing memiliki tiga bagian yakni lingkaran besi dan posisinya paling luar, lalu bagian kedua yakni bagian peluru atau gotri, dan yang terakhir adalah bagian lingkaran besi yang posisinya ada di dalam atau poros bearing. 

Kapan dan sesering apa harus mengganti bearing sepeda motor?

Jadwal penggantian bearing sepeda motor memang tidak ada patokannya. Tidak seperti masa penggantian pelumas mesin yang berdasarkan jarak tempuh atau bulan. Untuk penggantian komponen bearing kita harus mendeteksi masalah pada bearing dan gejalanya pun sangat mudah kita deteksi. Untuk deteksi bearing roda depan yang bermasalah bisa dideteksi dengan merasakan adanya efek roda seakan goyang kiri-kanan. 

Bisa juga kita merasakan seakan rem depan serasa aktif, padahal kita sedang tidak menekan tuas rem depan. Efek seperti mengerem ini ditimbulkan dari bearing yang telah mengalami oblak. Jika bearing telah oblak maka otomatis putaran roda menjadi tidak presisi. Kanvas pada rem depan pun akan secara otomatis bergesekan dengan cakram depan. Ini tentunya mengeluarkan suara decitan dan putaran roda depan pun menjadi tidak lancar.

Apa sih yang harus kita lakukan jika kita telah mendeteksi bearing yang bermasalah? Solusinya cuma satu yakni menggantinya dengan yang baru. Pasalnya, komponen bearing tidak bisa diperbaiki. Di jajaran komponen sepeda motor, bearing termasuk komponen fast moving alias komponen yang cepat sekali masa pakainya. 

Lalu, bagaimana jika masalah pada bearing sepeda motor kita biarkan untuk waktu yang lama?

Implikasinya adalah menurunkan faktor kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Selain itu, jika dibiarkan dalam waktu yang lama, akan sulit untuk melepas bearing dari rumah bearing di pelek. Apalagi jika bagian peluru atau gotrinya hancur. Tentunya akan membutuhkan waktu yang lebih lama ketika kita akan membongkar dan menggantinya dengan komponen yang baru. 

Bagikan: