Pikiran Rakyat
USD Jual 14.365,00 Beli 14.065,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Vespacantel 4 Tahun Membawa Misi Perdamaian

Asep Budiman
ANGGOTA komunitas Vespacantel.*/ASEP BUDIMAN/PR
ANGGOTA komunitas Vespacantel.*/ASEP BUDIMAN/PR

MENGUSUNG misi perdamaian, komunitas Vespacantel merayakan ulang tahunnya yang ke-4 dengan mengajak komunitas motor lainnya untuk menjaga solidaritas dan silaturahmi.

Pesan tersebut mereka sampaikan dengan melakukan rolling thunder dari Jalan Sukabumi Kota Bandung menuju Pusdikom Kota Cimahi pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu.

Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Divisi I Vespacantel, Andri Ismediono Prabudi alias Andrie Koboy menjelaskan, konvoi dimulai dari Jalan Suka­bumi menuju Jalan Riau, melintasi Pusdai, hingga depan Gedung Sate.

Berlanjut ke Jalan Cikapayang ke kawasan Dago, Jalan Merdeka, Jalan Lembong, Jalan Veteran, melewati Simpang Lima, Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman, kawasan Cimindi dan Cibabat, hingga finis di Pusdikom Cimahi.

Selama perjalanan, konvoi Vespacantel diikuti oleh ratusan peserta, termasuk dari komunitas motor lainnya. Iring-iringan yang didominasi skuter lansiran Italia itu menjadi pusat perhatian masyarakat yang dilintasi.

Berjalan perlahan, mereka menjaga tata tertib dan me­matuhi aturan lalu lintas. Se­sekali, peserta konvoi mengibar­kan bendera Vespa­cantel untuk menunjukkan eksistensinya yang sudah empat tahun berdiri.

”Kami pilih rute tersebut agar masyarakat Kota Bandung mengenal ­Vespacantel yang masih solid. Yang kami kedepankan pacantel,” ucap Andrie Koboy.

Damai di atas segalanya

Ketua Umum Vespacantel Arief Syaifudin menjelaskan bahwa Vespacantel membawa misi perdamaian. Para peserta konvoi tak hanya dari Bandung, tetapi juga datang dari beberapa kota di Jawa Barat. Milad ke-4 Vespacantel pun didukung sejumlah komunitas sepeda motor lainnya.

Para peserta yang datang juga berasal dari Banjar, Bekasi, Garut, Tasikmalaya. Undangan dari Kota Bandung didukung oleh Bimex, HDCI, MOG, Sundawani, SOG, VAC, Xmax Community Bandung, NECI, MBCI, dan klub-klub mobil.

”Pacantel itu bahasa Sunda yang artinya cinta damai. Kami berharap semua komunitas motor menjaga perdamaian. Apalagi, ini sedang pesta demokrasi. Kita jaga perdamaian,” ujarnya.

Selain tur dalam merayakan hari jadi Vespacantel, Arief menyatakan bahwa komunitas skuter ini ­juga menggelar tur besar rutin 1 tahun 2 kali, sekaligus bakti sosial. Rencananya, Vespacantel akan melakukan tur ke Yogyakarta dan Geopark ­Ciletuh Sukabumi.

Bendahara Umum Vespacantel Dani Ramadani menambahkan, alokasi terbesar kas Vespacantel untuk kegiatan touring ngabring yang rutin setiap bulan.

Komunitas ini pun mengklasifikasikan tur berdasarkan jarak, yakni short touring di bawah 50 km, middle touring 100 km, dan long touring di atas 100 km.

”Kami suka mengadakan baksos, misalnya baksos ke panti asuhan di Subang tahun 2018 dan salah satu panti asuhan di Kota Bandung 2018. Tahun depan, kami akan middle touring sekalian ­baksos ke panti asuhan di Kuningan,” ucapnya.

Salah seorang pendiri Vespacantel, Iwan Ichwa­nu­din alias Iwan Kiwuk menyebutkan, Vespacantel didirikan empat tahun silam. Selain dia, para pendiri Vespacantel adalah penyanyi Doel Sumbang, Yusep Hendarman, dan Ernanto Kukuh.

Di samping memperingati hari lahir Vespacantel Indonesia, kata Iwan, dia bersyukur komunitas ini sudah berjalan selama empat tahun. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi antaranggota Vespacantel, juga dengan sesama komunitas, baik kendaraan roda dua maupun yang lainnya.

Iwan menjelaskan, jumlah anggota aktif Vespacantel sebanyak 236. Mereka terdiri atas beberapa chapter atau wilayah di kabupaten/kota provinsi Jawa Barat. Peserta yang diundang sekitar 400 orang termasuk beberapa grup komunitas motor ­lainnya.

Menurut dia, perbandingan usia anggota komunitas sekitar 30% anggota muda dan 70% anggota tua. Sementara itu, perbandingan Vespa matik dan klasik sekitar 40% berbanding 60%.***

Bagikan: