Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Umumnya berawan, 27.9 ° C

Kunjungi Maluku, Tim Ekspedisi Terios 7 Wonders Turuni Puncak Pintu Kota

SAAT jelajahi Maluku, tim Ekspedisi Terios 7 Wonder melakukan rapeling dengan menuruni puncak Pintu Kota ke dasar karang dengan tinggi kurang lebih 25 meter. Aktivitas ini membuat setiap anggota tim terpacu adrenalinnya.*
SAAT jelajahi Maluku, tim Ekspedisi Terios 7 Wonder melakukan rapeling dengan menuruni puncak Pintu Kota ke dasar karang dengan tinggi kurang lebih 25 meter. Aktivitas ini membuat setiap anggota tim terpacu adrenalinnya.*

MALUKU,(PR).- Ekspedisi Terios 7 Wonders bertajuk Moluccas Next Chapter digelar Daihatsu dengan menempuh perjalanan selama sembilan hari, yaitu pada 10 – 18 November 2018. Dalam ekspedisi itu, tiga pulau utama Provinsi Maluku, yakni Pulau Buru, Pulau Ambon, dan Pulau Seram, dijelajahi.

Pada Rabu 14 November 2018, tim Terios 7 Wonders melanjutkan perjalanannya menuju destinasi kelima, yaitu Pantai Pintu Kota. Perjalanan menuju ke pantai Pintu Kota terbilang cukup terik, namun dengan dukungan dari Digital Auto AC yang mengatur suhu kabin Terios lebih presisi, menjadikan ekspedisi ini terasa lebih nyaman selama diperjalanan.

Setibanya disana, tim langsung disambut oleh Heri Tumanseri De Fretes, yang akrab dipanggil dengan sebutan Oma Heri selaku pengelola pantai tersebut. Pantai yang dikelola oleh masyarakat Desa Airlow ini memiliki cerita tersendiri tentang asal muasal terbentuknya nama pantai.

Pada ratusan tahun lalu, diceritakan seorang lurah di desa tersebut marah dikarenakan warganya yang terus berselisih. Perselisihan antarwarga membuat dirinya marah dan menendang pintu rumahnya.

Pintu yang ditendang tersebut terpental ke bibir pantai lalu menabrak karang yang menyebabkan karang tersebut berbentuk seperti pintu. Dengan demikian dinamakanlah pantai itu Pintu Kota. 

Meskipun Pantai Pintu Kota penuh dengan cerita mistis, namun keindahan pantai dan bawah lautnya membuat takjub tim ekspedisi, serta pecinta aktivitas cave-dive dari dalam negeri dan mancanegara. Selain itu tim ekspedisi juga melakukan rapeling, yakni menuruni puncak Pintu Kota ke dasar karang dengan tinggi kurang lebih 25 meter.

Aktivitas ini membuat setiap anggota tim terpacu adrenalinnya. Saat matahari mulai terbenam, tim ekspedisi bergegas pulang.

Dalam perjalanan pulang, Terios dengan fitur Auto Head Lamp, yakni tuas lampu pada posisi Auto, membuat lampu otomotis menyala saat kondisi sekitar sedang gelap, sehingga semakin menambah kenyamanan dan keamanan tim saat berpetualang menjelajahi Maluku.(Dadang Hermawan)***

 

Bagikan: