Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28.7 ° C

Sportster Bergaya Perang Dunia II Jadi Motor Lucky Draw Kustomfest 2018

Asep Budiman

YOGYAKARTA, (PR).- Salah satu yang paling ditunggu dan menjadi ciri khas pergelaran "Kustomfest: Indonesian Kustom Kulture Festival" adalah undian lucky draw yang akan diberikan untuk seorang pengunjung pembeli tiket. Jika tahun lalu Lulut Wahyudi Director Kustomfest merancang sebuah trike custom yang disematkan mesin Harley-Davidson Buell dengan DNA racing dari mobil Porsche, berbeda lagi tahun ini. Lulut bersama tim Retro Classic Cycles kembali membuat wujud lucky draw sebuah motor custom istimewa.  



Soal tema Kustomfest 2018: Color of Difference ini, Lulut menerjemahkan, tema ini menjadi sebuah refleksi dari kondisi bangsa dengan banyaknya perbedaan diharapkan bisa menjadi sebuah kekuatan. ”Keberagaman adalah warna sekaligus potensi kita untuk lebih kuat bersatu demi bangsa. Seperti halnya para pahlawan pada zaman perjuangan dulu saat mereka bahu-membahu tanpa melihat perbedaan dalam mengusir penjajah. Melalui Color of Difference diharapkan menjadi fondasi kita sebagai pegiat custom kulture ikut menghilangkan sekat-sekat yang berpotensi untuk memecah-belah persatuan demi kemajuan Indonesia,” ucap Lulut pada sesi konferensi pers di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Jumat 5 Oktober 2018.



Terkait motor lucky draw Kustomfest 2018, Lulut berpikir keras menuangkan ide yang diselaraskan dengan tema soal keberagaman di dunia custom kulture. Ide ini muncul dari hobinya yang ditekuni saat ini, yakni di dunia aero untuk bisa membawa pesan moral para penerbang zaman dulu ke ranah budaya otomotif. Saat bertandang ke Museum TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala di kompleks Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Lulut terkesima dengan performa pesawat tempur pada Perang Dunia II, yaitu Mustang P-51.



Ditambah lagi, 5 Oktober, sehari sebelum penyelenggaraan Kustomfest 2018 berlangsung, selalu diperingati sebagai hari lahir Tentara Nasional Indonesia. Momentum inilah yang menjadi satu landasan kuat Lulut untuk mempersembahkan karya istimewa sebagai bentuk apresiasinya terhadap jiwa patriotik para pahlawan di dunia dirgantara.

 

Sentuhan liar retro clasic



Pilihannya jatuh pada Harley-Davidson Sportster Evolution sebagai basis utama termasuk tetap mempertahankan sasis bawaannya dalam merealisasikan project khusus ini. Dengan rekayasa engineering kuat serta didukung craftmanship mumpuni, motor lucky draw ini tampil stylishmenonjolkan karakter tangguh. Fork depan stock sportster yang dibuat rebah adalah bagian yang menjadikannya tampil sedikit liar khas retro classic cycles ditambah dengan desain setang curved-bar serta tangki model peanut.



Ingin tetap mempertahankan warisan ornamen vintage dari sosok pesawat era zaman dulu, salah satu artis mural di Yogyakarta, Helly KKK didatangkan untuk membuat artwork pada tangki motornya yang dinamai Belo Negoro. “Kami Dedikasikan Untuk Para Pahlawan Tentara Nasional Indonesia yang Telah Berjuang Mempertahankan Kedaulatan Indonesia”, itulah goresan Helly di mana tekstur tulisannya mengikuti gaya di zaman era perjuangan.



Menurut Lulut Wahyudi, filosofi dari nama Belo Negoro ini pada intinya ingin memperlihatkan bahwa untuk menghormati perjuangan para pahlawan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya mengenalkan dunia dirgantara pada kalangan muda dan pegiat custom culturelainnya.      



“Tahun ini sesuai tema Color of Difference ingin mengangkat keberagaman dunia custom culture di tanah air dengan memasukan sejarah dunia penerbangan Indonesia ke dalam sebuah wujud motor custom. Dunia aero di Indonesia ternyata memiliki sejarah panjang yang berhubungan dengan custom di mana salah satu contohnya yakni pesawat TNI AU RI-X WEL adalah hasil karya anak bangsa,” ungkap Lulut yang membutuhkan waktu selama 28 hari dalam mewujudkannya.



Satu hal yang  berbeda sekaligus menajamkan pengaruh milter adalah desain cover jok bermaterial kain kanvas dari ransel yang lazim dipakai tentara termasuk polanya. Makin kental, warna yang dipilihnya yakni kelir asli Green Army Tri Colors pada moncong pesawat bergaya shark moon hasil karya painter Danny Hacka dari Solo.  



Untuk mendapatkan kesempatan memenangi motor ini, pengunjung tinggal membeli tiket masuk acara Kustomfest 2018: Color of Difference seharga Rp 60.000/hari sebanyak-banyaknya, lalu masukkan ke kotak undian yang telah disediakan pada tanggal 6-7 Oktober 2018 di JEC.***

Bagikan: