Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Hujan singkat, 23 ° C

Berkendara Stop and Go, Konsumsi BBM Yamaha Mio S Sangat Irit

Asep Budiman

BANDUNG, (PR).- Setelah diluncurkan pada Desember 2017 lalu, Yamaha Mio S dengan brand ambassador penyanyi cantik Isyana Sarasvati cukup menarik perhatian masyarakat Indonesia. Kali ini, Yamaha membuktikan Yamaha Mio S ternyata lebih irit di antara jajaran Mio series, tetapi tarikannya tetap kencang dengan mesin 125 cc.

Pengujian keiritan dan kenyamanan berkendara diuji pertama kali dengan city riding mengunjungi tempat-tempat hits dan viral di Kota Bandung pada Sabtu 24 Maret 2018. Touring dalam kota yang perdana ini merupakan salah satu rangkaian dari city riding pada lima kota di Jawa Barat.

Sebanyak 21 motor dikendarai oleh awak media, selebgram, vlogger, Youtuber, dan blogger dari Kota Bandung. Mereka  ditantang untuk berlomba mengefisienkan konsumsi bahan bakar dengan menempuh jarak 21,7 km. Adapun spot menarik yang pertama dikunjungi adalah hutan kota Taman Babakan Siliwangi, lalu ke Gang Cibunut Kecamatan Sumurbandung yang warna-warni, bebas sampah, dan warganya berdaya membuat kerajinan. 

Selanjutnya, rombongan mengambil rute menanjak menuju D'Dieu Land Punclut, destinasi wisata baru yang lagi tren karena menyuguhkan banyak spot foto, stan makanan, outbound, dan ruang bermain anak. Seusai puas berselfie dan welfie, tujuan akhir konvoi mengarah ke tengah kota, yaitu Wiki Kafe Braga.

Selama perjalanan, setiap pengendara harus berliuk-liuk di kemacetan mengingat banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung pada akhir pekan. Dengan gaya berkendara masing-masing, hasil akhir dari konsumsi bahan bakar yang menggunakan pertalite, tentu akan berbeda-beda.

Tak jarang, beberapa pengendara harus menarik gas spontan untuk mengejar ketika tertinggal. Ada pula yang berusaha membuka tutup gas secara konstan agar mendapat kondisi eco-riding dengan menjaga indikator eco tetap menyala.

Kendati dengan style riding yang berbeda, konsumsi bahan bakar setiap pengendara masih sangat irit. Hasilnya, konsumsi BBM paling tinggi sebesar 72,3 km per liter dengan jarak tempuh 21,7 km dan paling rendah 54,2 km. Hal ini membuktikan bahwa Yamaha Mio S lebih irit di antara Mio series, yakni Mio Z dan Mio M3.

Teruji Irit



Promosi District Distribution Sales II Area Jabar Wiryana Natakusumah mengatakan, dengan touring uji irit ini, rekan-rekan bisa membuktikan efisiensi konsumsi bahan bakar Yamaha Mio S. Dengan melibatkan para sales promotion girl, vlogger, influencer/selegram, dan media, pihaknya berharap Mio S semakin dikenal masyarakat.

"Terutama wanita dan teenager, makanya brand ambassador-nya Isyana," ujarnya.

Apalagi, ungkap Wiryana, Yamaha Mio S memiliki kelebihan di antara Mio series lantaran lahir belakangan. Fitur-fitur barunya adalah ban tubless dengan tapak lebar 100/70 dan 80/80, lampu LED, lampu hazard, dan answer back system dengan radius 20 meter. Fitur tersebut membuat Mio S menjadi pelopor skutik entry level dengan harga sekitar Rp 16 juta.

Service Advisor Yamaha Flagship Shop Bandung Dian Ramdhani menambahkan, jalanan yang macet dan banyak lampu merah memaksa pengendara berkendara stop and go. Apalagi, konsumsi bahan bakar dipengaruhi oleh medan jalan, beban, dan jarak yang ditempuh.

Meskipun menembus kemacetan, kata Dian, pengendara bisa memperoleh konsumsi BBM yang irit dengan menjaga indikator eco terus menyala. Menurut dia, indikator eco menyala pada kecepatan 20-60 km per jam dengan buka-tutup gas secara halus.

"Bisa saja kecepatan 40 km per jam, tapi lampu eco indicator enggak nyala. Itu karena bukaan gas yang spontan," ucapnya.

Dian memastikan, Mio S lebih irit daripada Mio Z dan Mio M3 karena bobotnya lebih ringan dan ramping, kendati basic engine dari ketiga varian itu sama. Dengan kapasitas tangki 4,2 liter, tentunya Yamaha Mio S tidak akan menguras dompet.

Bagikan: