Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Panitia Kustomfest 2017 Berlakukan Seleksi Ketat

Anwar Effendi
Salah satu karya mobil kustom yang dipamerkan di event Kustomfest 2017 di JEC Yogyakarta.*
Salah satu karya mobil kustom yang dipamerkan di event Kustomfest 2017 di JEC Yogyakarta.*
YOGYAKARTA, (PR).- Gelaran Kustomfest 2017di Jogja Expo Center (JEC), 7-8 Oktober melibatkan 150 motor dan 40 mobil. Namun jumlah tersebut merupakan setengah dari calon peserta yang mendaftar. Panitia melakukan seleksi yang ketat terhadap calon peserta dengan maksud meningkatkan kualitas karya yang dipamerkan.

Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi mengatakan pada tahun ini event Kustomfest mendapat respons yang sangat luar biasa dari insan otomotif. Jumlah calon peserta yang mendaftar cukup membeludak. Untuk itu panitia terpaksa melakukan seleksi awal dengan kriteria yang sangat ketat. Jadi mereka yang memiliki kualitas di atas rata-rata saja yang akhirnya bisa tampil di Kustomfest 2017.

Lulut mengungkapkan, sesuai dengan tema No Boundaries, kreativitas yang muncul di Kustomfest 2017 menghilangkan semua sekat, semua peserta bebas berinovasi. Peserta dibebaskan secara liar untuk menuangkan idenya. Seiring dengan itu, diharapkan muncul karya-karya baru yang menarik baik di level nasional maupun internasional.

Menurut Lulut, event Kustomfest 2017 tidak hanya melibatkan insan-insan otomotif nasional, namun juga menarik perhatian negara-negara tetangga. Mereka ada yang ambil bagian menawarkan produknya yang serba kustom, dan ada juga perhatian yang bentuknya ikut memberi ulasan. "Jadi kegiatan ini mendapat perhatian juga dari media asing. Mereka ikut menyebarkan informasi sekaligus mengulas karya-karya kustom yang muncul di Indonesia," tambanya.

Sementara itu, Kapolda DIY, Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, MSi menyampaikan apresiasinya terhadap ajang Kustomfest 2017. Dia merasa ikut bangga, ternyata karya-karya yang ditampilkan di Kustomfest 2017 sangat menarik. Adhmad Dofiri menambahkan, dengan adanya kegiatan ini, Yogyakarta makin dikenal sebagai tempat lahirnya karya-karya kustom. Apalagi kegiatannya digelar secara rutin, efeknya bisa mendatangkan wisatawan.

"Di sisi lain, kami berharap karya yang dihasilkan jangan terhenti sebagai pajangan. Ke depannya harus menarik kalangan industri. Bisa beredar di jalanan. Tapi tentunya harus ada proses uji kelayakan. Kendaraan kustom benar-benar aman dan nyaman digunakan di jalanan," tegasnya.

Pada kesempatan itu, panitia melaunching kendaraan lucky drawa untuk pengunjung. Untuk tahun ini kendaraan lucky draw mengambil tema "Ojo Dumeh". Berbeda dengan tahun sebelumnya, kendaraan tersebut bisa digunakan dua orang berboncengan.***
Bagikan: