Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Uji Keawetan Ban, Jelajah Tangguh akan Lintasi Sabang-Bandung

Satrio Widianto

JAKARTA, (PR).- Bandung akan menjadi bagian dari touring sepeda motor dalam perjalanan bertajuk Jelajah Tangguh Corsa Platinum V Series, mulai 4 April 2017 hingga 22 April 2017. Tim Jelajah Tangguh itu melewati 8 kota di Indonesia yaitu Sabang, Medang, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, Lampung, dan berakhir di Bandung. Jalanan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa itu dinilai sudah mewakili berbagai jenis dan tingkat kesulitan tertentu yang harus dilalui pengendara.

"Para pengendara dijadwalkan akan menempuh perjalanan selama 12 jam per hari sebelum beristirahat dan melanjutkan perjalanan pada hari berikutnya. Untuk mendukung keamanan berkendaraan keempat pengendara tersebut, mereka akan ditemani tim teknis dan tim medis,' kata Andry Lee, General Manager Sales & Marketing PT Multistrada Arah Sarana Tbk, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa 4 April 2017. 

Perjalanan Jelajah Tangguh itu terkait dengan kehadiran ban motor terbaru dari Corsa Platinum V Series yang ditujukan untuk motor matic dan motor bebek yang digunakan sehari-hari. Peluncuran ban baru itu untuk memperkuat dan meningkatkan pangsa pasar ban motor mereka di pasar domestik. Sedangkan, keempat pengendara atau rider itu adalah Hendrianto Prabowo, Sherlita Novitara, Wisnu Adi Saputro, dan Acho Patauri. 

Disebutkan, mereka akan menjajal dua varian V33 untuk tubeless V22 untuk tube type. Motor yang akan digunakan untuk pembuktian Jelajah Tangguh adalah Honda Supra X 125, Yamaha Mio Soul GT 125, dan Yamaha Fino. "Kendaraan tersebut dianggap mewakili kendaraan bermotor yang secara umum digunakan masyarakat Indonesia sehari-hari," ujarnya. 

Menurut Andry, tujuan dari perjalanan tersebut juga untuk menggandeng komunitas motor di tiap daerah yang disinggahi sehingga dapat mempererat persaudaraan pengendara. "Jelajah Tangguh tidak sekadar membuktikan performa dan kekuatan ban tapi juga mengenal dan mengapresiasi keangekaragaman budaya lokal di daerah yang dilewati," tuturnya.***

Bagikan: