Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Diterpa Isu, Penjualan Honda Justru Meningkat

Anwar Effendi
GARUT, (PRLM).- Penjualan mobil pabrikan Honda di Wilayah Jawa Barat dan Banten selama tahun 2015 mampu menembus angka 20.000 unit. Padahal satu tahun sebelumnya pencapaian Honda ada pada kisaran 17.095 unit.

Direktur Honda Bandung Center, Iwan Tjandradinata didampingi Manajer Operasional, Junianto Naibaho mengatakan, untuk wilayah Jawa Barat dan Banten penjualan Honda memang meraih rekor baru. Produk yang terjual tepatnya 21.458 persen atau tumbuh 24,7 persen. Pertumbuhan tersebut didukung produk-produk unggulan seperti HR-V, BR-V, Mobilio, Brio, dan Jazz.

"Melihat pertumbuhan tersebut, kami optimis di tahun 2016 penjualan Honda kembali meningkat. Tanda-tandanya sudah terlihat, di bulan-bulan awal tahun 2016 Honda sudah melepas 1.810 unit ke konsumen. Jenis Honda HR-V dan BR-V tetap menjadi terdepan dalam penjualan. HR-V sudah terjual 495 unit, sedangkan BR-V 426 unit," ungkap Iwan.

Optimisme Honda dalam penjualan, lanjut Iwan, selain didukung oleh kepercayaan masyarakat yang terus meningkat, juga karena ada faktor pendukung lainnya. Seperti terjadinya penurunan suku bunga, pencairan dana talangan oleh pemerintah, dan adanya perilaku masyarakat yang "menunggu". Dengan kata lain, ada beberapa orang yang punya keinginan memiliki mobil baru, namun melihat dulu pada perkembangan yang terjadi.

Menurut Iwan, persaingan pasar otomotif di tahun 2016 bakal semakin sengit. Masing-masing pabrikan tetap saling intip, melihat inovasi para kompetitornya. Honda sendiri di tingkat nasional masih berada di peringkat kedua. Posisi ini terus diupayakan meningkat. Untuk market share, Honda mencatatkan 17,5 persen.

"Kami terus berupaya meningkatkan penjualan dan pelayanan. Isu yang dilemparkan para kompetitor memang sering menyudutkan. Seperti menyebut produk Honda Mobilio sebagai mobil kelas taksi. Namun, isu tersebut tak berpengaruh, justru mendongkrak penjualan Mobilio, yang semakin dikenal irit dan tangguh. Demikian juga dengan penarikan mobil Honda terkait airbag. Sebenarnya itu hal positif, karena merupakan bentuk tanggung jawab Honda. Dan masalahnya airbag tersebut bukannya tidak mengembang, malah sebaliknya over mengembang," tutur Junianto.

Junianto menambahkan, bentuk pelayanan lainnya Honda di wilayah Jawa Barat yakni meningkatkan jumlah dealer dan auto test market (ATM). Tahun 2016 ini Honda di Jawa Barat akan meresmikan empat dealer baru dan 11 ATM. Fenomena lainnya di awal tahun 2016 yakni, produk Honda yang dilepas merupakan rangka keluaran 2016, artinya harga dan diskon yang didapat konsumen agak berbeda. "80 persen mobil yang dilepas Honda di awal tahun ini merupakan rangka 2016. Ini baru terjadi, biasanya penjualan di awal tahun, kebanyakan produk tahun sebelumnya," pungkas Junianto.(A-147)***
Bagikan: