Kesetaraan Gender dalam Olahraga Masih Jadi Pekerjaan Rumah untuk Semua

- 23 September 2020, 19:22 WIB
Ilustri gender.* /Dok. PR.

PIKIRAN RAKYAT - Meskipun konstitusi tidak membedakan gender, namun pada kenyataannya kesetaraan gender belum bisa diterapkan dalam masyarakat, khususnya dalam olahraga. Dalam Webinar yang digelar Komisi Women in Sport Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, ditemukan banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari budaya, hingga komitmen dari atlet perempuan sendiri untuk mau maju.

Semua tertuang dalam sesi webinar yang bertema 'Tantangan Perempuan Olahraga Indonesia menghadapi Covid-19' serta bagaimana strategi peningkatan peran pelaku olahraga perempuan demi mencapai kesetaraan gender menuju Olimpiade, Rabu 23 September 2020.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga tidak mengatakan secara implisit, tapi dirinya mengaku bahwa tantangan perempuan untuk bisa menyetarakan dirinya memang menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua, khususnya di dunia olahraga.

Baca Juga: Asyik Bersihkan Mulut Bagian Belakang, Seorang Pria Tak Sengaja Telat Sikat Gigi Sepanjang 19 Cm

Melihat dari penjelasan pelatih atletik Timnas Indonesia Eni Nuraini, Bintang mengatakan bahwa di atletik saja presentase atlet perempuan masih kurang dari laki-laki, mengingat masih minimnya prestasi. Atlet perempuan dinilai belum bisa bersaing secara global dibandingkan atlet laki-laki.

Begitu juga pelatih perempuan. Presentasenya sangat kecil. Padahal latihan, atlet dan pelatih harus bisa berkomuniaksi dengan baik, kalau atlet perempuan dilatih pelatih putra, mungkin ada curhat yang tidak bisa disampaikan.

Untuk bisa mengimbangi kualitas pelatih putra secara teknis, pelatih perempuan pun dinilai bisa beri kesempatan untuk meningkatkan kemampuan mereka sampai level internasional.

Baca Juga: Henhen Herdiana Tak Kesulitan Saat Ditempatkan di Bek Tengah

Kondisi pandemi pun membawa perubahan signifikan keseharian dalam waktu yang singkat. Ada tantangan yang muncul saat pandemi dalam olahraga, terutama untuk atlet perempuan. Hambatan utama dalam olahraga, menurut Bintang adalah konstruksi sosial dan pemikiran di masyarakat yang merugikan.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X