Indonesia Mundur, Piala Thomas dan Uber 2020 Ditunda?

- 13 September 2020, 16:44 WIB
Piala Thomas dan Piala Uber.* /Antara

PIKIRAN RAKYAT - Kondisi pandemi Covid-19 yang masih tinggi dan belum jelasnya jaminan kesehartan dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) terkait Covid-19 tersebut membuat Indonesia akhirnya mengikuti jejak empat negara lainnya, yang sudah terlebih dahulu mundur dari perhelatan Piala Thomas Uber 2020.

Banyaknya negara yang mundur pun menimbulkan spekulasi bahwa BWF akan mempertimbangkan kembali penyelenggaraan Thomas Uber pada 3-11 Oktober mendatang di Aarhus, Denmark.

"Kalau kabar ada negara unggulan yang mundur atau banyak peserta yang mundur BWF akan memundurkan jadwal Thomas Uber, itu baru sebatas rumor. Email dari BWF saya belum lihat. Tapi kabarnya Minggu (13 September 2020) sore, mereka akan melakukan rapat untuk membicarakan hal ini. Kita tunggu saja hasilnya, tapi kalau bicara kemungkinan, ya artinya bisa iya dan bisa tidak kan," kata Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto saat dihubungi "PR" kemarin.

Baca Juga: Live Streaming Trans7 MotoGP San Marino: Menanti Kejutan tanpa Sang Penguasa Marc Marquez

Menurutnya, yang pasti Indonesia telah secara resmi mengirimkan surat tertulis ke BWF untuk mundur dari Piala Thomas Uber 2020. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil diskusi dengan para atlet dan ofisial.

"Para atlet menyampaikan keraguan mereka kepada tim ofisial. Pasalnya ada rasa khawatir dari para pemain terhadap kemungkinan mereka terpapar covid-19 baik dalam perjalanan, saat transit, atau bahkan saat pertandingan. Para atlet ragu, karena tidak ada jaminan dari BWF seandainya ada anggota tim yang terpapar Covid-19, terkait siapa yang akan bertanggungjawab menangani dan bagaimana penanganan selanjutnya," ujarnya.

Pemain senior yang biasa ditunjuk menjadi kapten tim, Hendra Setiawan dalam channel media sosialnya membenarkan bila PBSI menanyakan kepada para pemain tentang kesiapan mereka untuk tampil di Piala Thomas Uber selepas simulasi Piala Thomas Uber 2020 di Pelatnas PBSI Cipayung pekan lalu. Menurutnya, sikap pemain masing setengah-setengah.

Baca Juga: Enggan PSBB Total Seperti Jakarta, Dokter dan Ulama Digandeng Bima Arya Tangani Covid-19

"Jadi mereka ingin main, tapi takut juga. Kemarin sudah diskusi, kalau hati dan pikiran sudah tidak 100 persen, pasti mainnya juga tidak 100 persen. Apalagi untuk pertandingan besar level Thomas Uber Cup ini butuh fokus yang besar pula. Sementara ini, kita sudah main mikir lawan, harus mikir diri sendiri juga. Protokolnya harus begini begitu. Lalu kesepakatannya kemarin setelah kumpul semua kurang setuju ya," tuturnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X