Berawal di Kota Bandung, Olahraga Roundnet Diperkenalkan ke Indonesia

- 10 Juni 2020, 14:01 WIB
KOMUNITAS Ronin (Roundnet Indonesia) mencoba mempopulerkan olah raga permainan roundnet di Indonesia dengan Kota Bandung sebagai embrio sosialisasinya
KOMUNITAS Ronin (Roundnet Indonesia) mencoba mempopulerkan olah raga permainan roundnet di Indonesia dengan Kota Bandung sebagai embrio sosialisasinya /Pikiran-rakyat.com/Arif Budi Kristanto

PIKIRAN RAKYAT - Komunitas Ronin (Roundnet Indonesia) mencoba mempopulerkan olah raga permainan roundnet di Indonesia dengan Kota Bandung sebagai embrio sosialisasinya.

Berbasis permainan yang menyenangkan, Ketua Ronin Genta Fajar optimistis olah raga ini akan digemari dan berkembang di Kota Bandung khususnya dan Indonesia umumnya.

"Roundnet ini dasarnya adalah permainan di halaman rumah yang kemudian berkembang menjadi sebuah olah raga permainan setelah banyak negara di Amerika dan Eropa memainkannya serta menggelar turnamen.  Konsep permainan olah raga roundnet ini tidak jauh berbeda seperti olah raga bola voli, hanya media dan ukuran lapangnya yang berbeda. Yang pasti sangat menyenangkan untuk dimainkan karena olah raga rekreasi juga," kata Genta di Sekretariat Ronin, Jalan Panaitan, Kota Bandung, Rabu, 10 Juni 2020.

Baca Juga: Terbukti Efektip, Striker Persib Geoffrey Castillion Bagikan Tips Jauhi Virus Corona

Roundnet merupakan olah raga permainan yang diciptakan Jeff Krunek pada tahun 1989. Olah raga ini melibatkan empat orang yang dibagi dalam dua tim sebagai pemainnya.  Genta sebagai pionir pegiat roundnet di Indonesia mengatakan, olah raga ini sempat vakum pada 1995 namun kembali menggeliat pada 2008.

"Di Amerika dan Eropa, olah raga ini berkembang pesat. Di sejumlah negara Asia juga sudah populer dan ada kompetisinya. Bahkan kompetisi roundnet di Eropa sudah disiarkan kanal olah raga ESPN dalam 2 sampai 3 tahun terakhir ini," tutur Genta.

Dia menjelaskan, seperti permainan bola voli, olah raga round net memperbolehkan pemainnya melakukan sentuhan maksimal tiga kali saat memainkannya.

Baca Juga: Ada Aturan Baru, Naik Motor Kini Sudah Bisa Boncengan Lagi

Masing-masing pemain hanya boleh melakukan sentuhan atau pukulan sebanyak satu kali secara bergantian. Namun saat servis dan sentuhan terakhir, bola yang terbuat dari karet harus dipantulkan ke lingkaran pemantul berdiameter 90 cm dan tinggi 25 cm yang disebut roundnet.

"Untuk ukuran lapangan tempat bermain, sebenarnya tidak terbatas tergantung seberapa jauh bola itu dipantulkan pemainnya sehingga idealnya memang dilakukan di outdoor. Tapi di dalam ruangan juga tetap bisa dilakukan dengan fun," tutur Genta.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network