Rabu, 27 Mei 2020

PBSI Persiapkan Atlet Hadapi Jadwal Padat Turnamen di Akhir Tahun

- 1 Mei 2020, 18:53 WIB
PP PBSI dorong Indonesia Open 2020 diundur hingga September.* /

PIKIRAN RAKYAT - PBSI persiapkan atlet menghadapi kemungkinan jadwal padat di akhir tahun, walaupun Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) baru memberikan konfirmasi jadwal terbaru hanya untuk Piala Thomas Uber. Adanya pandemi Covid-19 ini merubah program latihan dan pertandingan secara keseluruhan.

"Sampai sekarang masih belum ada kepastian dari BWF, kecuali untuk jadwal Thomas Uber. Tapi kami siap-siap saja. Karena gambaran dari jadwal Piala Thomas Uber, mungkin startnya dari Oktober nanti. Minimal persiapan kita sekarang menuju ke Oktober ini. Padat di akhir tahun sudah pasti, karena itu persiapannya harus matang dan sebaik-baiknya. Sebab sisa pertandingan yang ada di tahun ini bisa dibilang cukup penting. Bukan hanya untuk Indonesia, tapi saya kira pebulutangkis dunia lainnya pun begitu," kata Kabid Binpres PBSI Susi Susanti saat dihubungi "PR", Jumat 1 Mei 2020.

BWF, menurutnya, untuk menentukan sisa turnamen di tahun ini pun pasti akan melihat dari beberapa faktor. Seperti kesiapan sponsor, lalu kesiapan tuan rumah pada saat penyelenggaraan, serta stabilitas untuk pemulihan Covid-19 ini sendiri.

Baca Juga: Jabar Pastikan Semua Fasyankes COVID-19 Ikuti Pedoman WHO

"Contohnya, Denmark mungkin siap. Tapi apa mereka siap menerima pemain dari Spanyol yang tingkat pandemi covidnya tinggi. Jadi memang tergantung situasi dan kondisi di negara tersebut. Kalau dari perhitungan kami, melihat turnamen di kalender awal. Di akhir tahun itu, selain Thomas Uber Cup yang jadi incaran ada WJC (World Junior Championship), Indonesia Open, Japan Open, China Open, Denmark Open, Perancis Open, dan ditutup dengan final super series di akhir tahun. Hanya turnamen-turnamen utama yang jadi target kira-kira bila mana jadwalnya dimainkan oleh BWF," ujarnya kemudian.

Dari sisi kesiapan atlet sendiri, tentu ada perubahan program lagi untuk latihan dan pertandingan otomatis setelah BWF menentukan jadwal Thomas Uber. Ada plus minusnya menurut Susi.

"Jadi plusnya, atlet jadi tidak merasa dikejar target. Mereka sekarang bermain lebih rileks. Belajar introspeksi istilahnya, mempelajari lawan. Minusnya, kita harus ada tambahan program untuk meningkatkan mental mereka. Guna mengatasi kejenuhan menunggu pertandingan. Menyemangati lagi untuk mau mulai dari awal lagi. Bila sebelumnya target tahun ini olimpiade, maka mereka harus menunggu lagi 1 tahun lagi. Nah, bagaimana kita belajar untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi. Membuat strategi dan program dari awal lagi untuk tahun depan," tukasnya.

Baca Juga: May Day 2020, Pemerintah Upayakan Tidak Melakukan PHK

Dengan banyaknya penundaan turnamen akibat Covid-19 ini, meski atlet terlihat rileks, Susi meyakini bahwa sebenarnya mereka juga stres. Secara mental turun.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X