Di Tengah Darurat Corona, PBSI Tunggu Kepastian Ajang yang Dilanjutkan

- 3 April 2020, 07:10 WIB
PP PBSI dorong Indonesia Open 2020 diundur hingga September.* /

"Untuk pelatih dan pemain yang setelah menjalani isolasi mandiri keluar dari pelatnas tidak bisa kembali ke Pelatnas dulu sementara waktu. Jadi kemarin, sempat ketemu dengan anak-anak, sebelum saya tinggal. Saya kasih gambaran program latihan, misalnya pagi latihan ringan, lalu saya kasih tambahan untuk latihan fisik dan lain sebagainya. Saat ini fokusnya untuk penguatan fisik pokoknya," ucap Rionny.

Program khusus menuju Olimpiade belum ada, hanya ujarnya, dirinya mentargetkan Gregoria Mariska Tunjung atau pemain lainnya untuk cari gelar dulu di turnamen. Terlebih, menurutnya Gregoria saat ini, bila ketemu unggulan bisa melawan.

Baca Juga: Akui Lambat hingga Berujung Penolakan Jenazah Positif COVID-19, Bupati Banyumas Minta Maaf

"Jadi kalau sampai bisa lolos ke olimpiade, dia sudah bisa menghadapi para unggulan. Kenapa saya lebih targetkan dapat gelar juara di turnamen dulu, agar kalau ada gelar dia lolos Olimpiade, dia bisa lebih percaya diri mainnya," tambahnya.

Untuk sektor tunggal putra. Para pemain yang kini masih ditinggal Kepala Pelatihnya Hendry Saputra yang masih dalam tahap penyembuhan dari sakit, diberikan latihan program mandiri dengan tensi yang berbeda.

Contohnya, Jonatan Christie selain melakukan program latihan untuk kebugaran, dia juga diminta menambah porsi joggingnya. Itu adalah salah satu proses pengaturan berat badan untuk bisa mendapatkan proporsi tubuh ideal guna menunjang penampilan di lapangan.

loading...

Baca Juga: Simak Cara Dapatkan Keringanan Tagihan Listrik bagi Pelanggan Pra dan Pasca-Bayar

Namun, berbeda dengan sektor lain, ganda putra justru sudah mulai bersiap untuk olimpiade. Sang pelatih Herry Imam Pierngadi sudah menyiapkan program khusus jelang olimpik, walau belum ada kepastian kejuaraan.

Saat ini ada dua kuota menuju Tokyo sudah dipastikan oleh sektor ini. Mengingat ada tiga wakil Indonesia di posisi 10 besar dunia saat ini. Tertinggi, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, disusul Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan di peringkat dua dunia. Serta Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto rangking keenam dunia.

"Ada program baru, khususnya untuk Hendra-Ahsan yang senior. Mereka akan diberikan program untuk menjaga ketahanan, mengingat semakin bertambah usia kan stamina semakin turun," ujar Herry.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X