Sudah Dua Kali Ajang Wimbledon Tak Digelar, Dulu Karena Perang Dunia

- 3 April 2020, 06:10 WIB
PETENIS Serbia Novak Djokovic.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Pecinta tenis dunia tampaknya harus kecewa usia panitia Wimbledon meniadakan turnamen bergengsi tersebut pada tahun ini akibat pandemi virus Corona Covid-19. Pembatalan ini menjadi pertama kali sejak perang dunia kedua terjadi pada tahun 1945.

Wimbledon sendiri dijadwalkan dimulai pada 29 Juni hingga 12 Juli. Awalnya, panitia optimis bisa tetap menggelar event ini. Tapi, setelah beberapa konferensi video akhirnya diputuskan bahwa turnamen tahun ini tidak realistis untuk digelar.

Sebuah pernyataan pada Kamis 2 April 2020 WIB mengatakan, “Dengan sangat menyesal, Dewan Utama All England Club (AELTC) dan Committee of Management turnamen hari ini telah memutuskan bahwa turnamen 2020 akan dibatalkan karena masalah kesehatan masyarakat terkait dengan epidemi virus korona,”.

Baca Juga: Angka Kematian Akibat Corona di Tangsel Melonjak Tiga Kali Lipat Lebih

Kejuaraan edisi ke-134 ini sebagai gantinya akan dipentaskan dari 28 Juni hingga 11 Juli 2021.

“Yang paling utama dalam pikiran kita adalah kesehatan dan keselamatan semua orang yang bersatu untuk membuat Wimbledon terjadi serta tanggung jawab kami yang lebih luas terhadap upaya masyarakat untuk mengatasi tantangan global ini,” kata pernyataan itu dikutip dari Metro.

Panitia Wimbledon sebelumnya memiliki opsi menggelar kompetisi tanpa penonton atau menunda turnamen mengingat pembatalan Olimpiade. Namun, mereka memutuskan menolak dua pilihan tersebut.

Baca Juga: Akui Lambat hingga Berujung Penolakan Jenazah Positif COVID-19, Bupati Banyumas Minta Maaf

Dibatalkannya kejuaraan ini mendapat sorotan dua petenis dunia, Roger Federer dan Serena Williams. Itu karena, keduanya kini berusia 37 tahun dan tidak akan memiliki kesempatan untuk memenangkan kejuaraan.

"Saya terkejut," kata Williams, Kamis 2 April 2020.

Sementara Federer turut mengungkapkan kekecewaannya. "Saya tidak sabar untuk kembali tahun depan. Itu membuat kita lebih menghargai olahraga ini selama masa-masa seperti ini," kata Federer.

Baca Juga: Simak Cara Dapatkan Keringanan Tagihan Listrik bagi Pelanggan Pra dan Pasca-Bayar

Dilansir dari laman Guardian, Wimbledon pun setidaknya membutuhkan waktu dua bulan untuk persiapan ajang. Dimana itu tidak memungkinkan karena pemerintah telah melakukan lockdown dan anjuran untuk social distancing.

"Keputusan ini tidak kami anggap remeh. Kami telah melakukannya untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan semua orang yang sama-sama mewujudkan Wimbledon," kata ketua All England Club, Ian Hewwit

Dengan pembatalan ini, pencinta tenis yang telanjur sudah membeli tiket di Wimbledon Public Ballot akan mendapat pengembalian uang. Mereka tinggal mengembalikan tiket mereka dan akan ditawari kesempatan untuk membeli tiket pada hari yang sama untuk Kejuaraan 2021.

loading...

Baca Juga: Arab Saudi Lockdown Makkah dan Madinah, Berlakukan Jam Malam di Riyadh dan Jeddah

Sebelumnya, event olahraga dunia seperti Olimpiade, Piala Eropa, dan Copa America sebelumnya sudah ditunda setahun karena virus Corona. Sementara mayoritas kompetisi reguler tengah dihentikan.

Akibat pandemi virus Corona, panitia Prancis Terbuka sudah memundurkan jadwal dari Mei ke September. Sementara AS Terbuka masih berlangsung sesuai jadwal yakni dimulai pada 24 Agustus.

Selain Grand Slam, kompetisi tenis lain yang terpengaruh pandemi Covid-19 adalah Indian Wells. Sementara Davis Cup kemungkinan juga dibatalkan.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X