Atlet NPCI Kota Bandung Konsisten Gelar Pelatda Mandiri Hadapi Peparnas

- 1 April 2020, 19:04 WIB
PARA atlet angkat besi Jabar tengah berlatih saat Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Jawa Barat Engkus Sutisna melakukan pengecekan Pelatda Peparnas Papua 2020, di Sekretariat NPCI Jawa Barat, beberapa waktu lalu.* /MIRADIN SYAHBANA RIZKY/PR

PIKIRAN RAKYAT - Para atlet National Paralimpic Comittee Indonesia  (NPCI) Kota Bandung tetap menjalankan progam latihan mandiri meskipun Pelatda Jawa Barat Peparnas Papua 2020 telah diberhentikan sementara akibat pandemi virus Corona Covid 19. Ketua Umum NPCI Kota Bandung Adik Fachroji mengatakan para atlet masih tetap fokus mengejar target prestasi di Peparnas 2020.

"Para atlet Alhamdulillah sampai saat ini masih fokus untuk latihan secara mandiri. Mereka tetap semangat untuk menyelesaikan program yang sudah disusun," ucap Adik di Bandung, Rabu 1 April 2020.

Meskipun demikian, Adik mengaku, latihan tersebut tidak akan maksimal. Sebab, para atlet terkendala oleh fasilitas yang kurang memadai karena melakukannya secara mandiri.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jabar Bahas Efisiensi Anggaran Untuk Percepatan Penanganan Covid-19

"Latihan memang jadi kurang maksimal. Tapi sebisa mungkin kami akan membantu atlet mencapai tujuannya yakni meraih medali emas di Peparnas Papua 2020," ujarnya.

Salah satu bentuk dukungan NPCI Kota Bandung, kata Adik, yakni mengubah kantor sekretariat di Kompleks SOR Olahraga Pajajaran menjadi tempat latihan cabang olahraga angka berat. Adik mengakui bahwa tidak mungkin para atlet angkat berat melakukan latihan mandiri di rumah.

"Kami memfasilitasi mereka dengan berlatih di NPCI Kota Bandung untuk angkat berat. Kita menyusun jadwal para atlet yang berlatih tak lebih dari dua orang. Mereka akan dibimbing satu pelatih," tuturnya.

Baca Juga: Kompetisi Liga 1 Dihentikan Sementara Imbas COVID-19, Gelandang Persib Cuma Bisa Pasrah

Sedangkan untuk atlet catur, Adik meminta mereka untuk berlatih di rumah masing-masing.  Itu karena, mereka bisa melakukan simulasi latihan dengan menggunakan komputer.

"Kalau pecatur bisa mengunduh aplikasi simulasi latihan catur secara mandiri. Tapi kita tetap memantau perkembangan mereka setiap saat," ucap pria yang akrab disapa Ojim tersebut.

Ojim menambahkan, mengawasi para atlet melakukan latihan mandiri dirasa cukup sulit. Pasalnya, sampai saat ini belum ada standar operasional prosedur (SOP) mengenai tata cara atlet berlatih di daerah masing-masing.

"Sampai sekarang belum ada SOP mengenai latihan mandiri. Jadi kita hanya sebatas menyarankan saja agar para atlet menjaga kondisi dan bisa latihan seadanya. Tapi saya bangga dengan semangat para atlet," tuturnya.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X