Selasa, 31 Maret 2020

Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda Gara-gara Virus Corona, Ini Sikap Kemenpora Indonesia

- 25 Maret 2020, 13:15 WIB
LIFTER putra Indonesia Deni (kiri) berlatih saat menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan (kelas 61 kilogram putra), Windy Cantika Aisah (49 kg putri) dan Deni (67 kg putra) berpeluang lolos ke ajang Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, dengan syarat menempati peringkat delapan besar dunia serta mengikuti enam kejuaraan dalam 18 bulan periode kualifikasi Olimpiade.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 resmi ditunda penyelenggaraannya akibat pandemi virus corona yang semakin mengkhawatirkan.

IOC yang merupakan Komite Olimpiade Internasional memundurkan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 menjadi tahun 2021.

Terkait keputusan untuk menunda Olimpiade Tokyo 2020, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menghormati kesepakatan yang terjalin antara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach dalam pembicaraan hari Selasa 24 Maret 2020.

Baca Juga: Siapkan Sembako untuk 500 Keluarga Terdampak Virus Corona di Sidoarjo, Via Vallen Ungkap Syaratnya

Penundaan gelaran Olimpiade Tokyo 2020 diputuskan dengan mempertimbangkan masih tingginya reskio penyebaran virus corona semakin meluas.

loading...

Jika tetap dipaksakan, gelaran akbar tersebut bisa saja mengancam keamanan dan keselamatan para peserta.

"Kemenpora menghormati sepenuhnya pernyataan bersama IOC dan panitia Olimpiade Tokyo 2020. Seperti diketahui, Presiden IOC Thomas Bach dan Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo telah mengadakan 'video conference' tentang kepastian Olimpiade Tokyo di tengah merebaknya wabah COVID-19," kata Sekretaris Kemenpora RI Gatot S. Dewa Broto melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Rabu 25 Maret 2020.

Baca Juga: AS Minta Korea Selatan Pasok Perlengkapan Medis, Trump: Negara Kami Ingin Aktivitas Kembali

Kemenpora yang memantau pembicaraan tersebut, turut mengapresiasi sikap IOC dan pemerintah Jepang yang lebih mengutamakan keselamatan seluruh atlet dan semua pihak yang akan terlibat dalam olimpiade.

"Sehubungan dengan penundaan sampai musim panas 2021, Kemenpora juga mendukung sepenuhnya kesepakatan yg memastikan bahwa Olimpiade Tokyo yang akan berlangsung paling lambat tahun depan akan digabung dengan Paralimpiade, sehingga akan bernama 'Olympic and Paralympic Games Tokyo 2020'," tutur Gatot seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Sebelum menyepakati penundaan, Abe sempat bersikukuh bahwa Olimpiade Tokyo bisa berlangsung sesuai jadwal. Namun munculnya desakan dan situasi yang masih tak memungkinkan, mendorong pemerintah Jepang agar membuat keputusan dengan IOC.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X