Selasa, 31 Maret 2020

Jepang dalam Bayang-bayang Kerugian hingga Rp 200 Triliun Lebih

- 21 Maret 2020, 06:10 WIB
SEORANG anak berpose untuk foto dengan cincin Olimpiade di depan Museum Olimpiade Jepang di Tokyo, Jepang, Senin 17 Februari 2020.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Di tengah meningkatnya pandemi global virus corona (Covid-19) di seluruh dunia, prosesi menuju perhelatan olahraga terbesar Olimpiade Tokyo 20202 tetap berlangsung. Kemarin, Jumat 20 Maret 2020, api Olimpiade Tokyo sudah tiba di Jepang dari Yunani.

Api Olimpiade datang di pangkalan udara di Jepang Utara, Matsushima, Miyagi, dengan menggunakan pesawat Boeing 787 All Nippon Airways (ANA). Prosesi ini tetap berlangsung, walaupun Panitia dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) tetap memungkinkan adanya opsi penundaan atau bahkan pembatalan.

Api sendiri di bawa dalam tabung khusus, dengan pesawat putih yang bertuliskan "Tokyo 2020 Olympic Torch Relay" di sepanjang body pesawat. Kontingen kecil yang dipimpin oleh pejabat Panitia Penyelenggara Olympic Tokyo 2020 yang menyambut. Tidak ada upacara seremonial berlebih dan tidak ada penonton atau pengunjung yang menyaksikan serah terima api olimpiade tersebut.

Baca Juga: Putra Kedua Tjahjo Kumolo Dipastikan Positif Virus Corona, Tak Miliki Riwayat Perjalanan ke Luar Negeri

Dua olimpian Jepang, Saori Yoshida peraih 3 medali emas gulat Olimpiade dan Tadahiro Namura peraih 3 medali emas judo Olimpiade menerima api dan obor Olimpiade tersebut dalam upacara serah terima tersebut. Keduanya menyerahkan kedua item tersebut kepada panitia penyelenggara Presiden Yoshiro Mori.

loading...

"Untuk kali pertama dalam 56 tahun, obor olimpiade akan menuju ke Tokyo. Saya berharap obor Olimpiade ini akan menerangi jalan harapan bagi banyak orang," kata Mori dalam sambutannya seperti yang dikutip dari Japan Today.

Kirab obor yang beri tajuk "kirab api pemulihan" tersebut akan melalui rute Olimpiade 1964 yang terkenal hingga menuju Tokyo. Rute pertama, yakni keliling Tohoku, provinsi yang dulu pernah dihantam tsunami dan gempa bumi. Api akan keliling Jepang Utara selama satu minggu ini, hingga nanti api akan dinyalakan secara resmi pada 26 Maret di Fukushima.

Baca Juga: Tips Hindari Virus Corona, Simak Cara Bersihkan Ponsel, Tablet, dan Laptop untuk Cegah Penularan COVID-19

"Kami akan berkerja sama dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC), pemerintah Jepang, dan Pemerintah Metropolitan Tokyo, serta mengikuti petunjuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pelaksanaan prosesi ini dan selanjutnya guna memastikan perhelatan kompetisi olahraga yang aman dan terjamin," tambah Mori.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X