Selasa, 31 Maret 2020

Dibayangi Corona, Penyelenggaraan All England 2020 Buat Indonesia Dilema

- 2 Maret 2020, 18:24 WIB
ILUSTRASI bulutangkis.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Penyelenggaraan All England 2020, 11-15 Maret mendatang buat tim bulutangkis Indonesia dilema.

Bila kejuaraan All England tetap berlangsung meski dibayangi penyebaran virus Corona, dan Indonesia tidak ikut, maka pemain bisa kehilangan banyak poin.

Indonesia ingin meloloskan 13 wakilnya ke Olimpiade Tokyo 2020 dan All England ini salah satu turnamen yang memperebutkan poin kualifikasi olimpiade terbesar.

Baca Juga: 3 Tanda Zodiak yang Paling Kompleks dan Sensitif, Salah Satunya Cancer

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto kepada "PR" di sela-sela Rapat Kerja 2020 Komite Olimpiade (NOC) Indonesia di Hotel Sheraton Gandaria, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.

"Hingga saat ini, semua masih sesuai jadwal. Inggris tetap akan menyelenggarakan All England dan BWF pun tidak ada instruksi apapun untuk pembatalan meskipun ada bayang-bayang virus Corona ini. Sebab BWF berbeda dengan federasi cabang olahraga internasional lainnya. Mereka yang justru ngotot, minimal untuk World Tour Super 1000 tetap harus bisa digelar. Karena ini terkait dengan sponsor. Sementara Inggris kalau tidak jadi akan mengalami kerugian besar yang saya dengar," katanya.

loading...

Baca Juga: Pakar Kesehatan Jonathan Quick Bicara Skenario Terburuk Corona

All England pun hingga kemarin belum ada kabar yang menyatakan atlet mundur atau membatasi penonton.  

Sebenarnya, menurut Budiharto, All England ini membuat mereka dilema. Di satu sisi, khawatir dengan kondisi atlet. Di sisi lainnya kalau All England tetap berlangsung dan Indonesia tidak ikut, maka pemain bisa kehilangan banyak poin.

"Sebab kami ingin meloloskan 13 wakil ke Olimpiade. Saat ini baru 11 atlet yang konfirm lolos. Terutama di mix, Hafiz Faizal-Gloria Emmanuelle harus bisa mengejar. Karena kami inginnya mereka keluar dari rangking 8 besar race to Tokyo, guna hindari pasangan Malaysia yang nempel ketat dibawahnya. Kalau mereka tidak ikut All England, maka bisa tergeser. Untuk aman, mereka tetap harus main," tukasnya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X