Selasa, 31 Maret 2020

Kalahkan Malaysia, Indonesia Jadi Raja Bulutangkis Asia untuk Kali Ketiga

- 16 Februari 2020, 19:31 WIB
PEBULU tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon berusaha mengembalikan kok k earah ganda putra Jepang Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe pada final Badminton Asia Championships 2019 di Wuhan Sport Center, Cina, Minggu, 28 April 2019. Pasangan Kevin/Marcus gagal menjuarai kejuaraan bulutangkis Asia 2019 nomor ganda putra usai dikalahkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 18-21 dan 3-21.*/ANTARA /null

PIKIRAN RAKYAT - Indonesia kembali menasbihkan diri sebagai Raja Bulutangkis Asia, setelah sukses menaklukan Malaysia 3-1 di partai final Badminton Asia Team Championships 2020. Ini merupakan gelar ketiga bagi Tim Merah Putih di turnamen yang merupakan babak kualifikasi Piala Thomas Uber 2020.  

Laga puncak ini bagai partai ulangan final SEA Games 2019 lalu. Dimana Indonesia mengalahkan tim negeri jiran tersebut juga dengan kemenangan 3-1. Semenjak masuk ke babak semifinal, Indonesia sudah otomatis lolos ke putaran final Piala Thomas 2020 yang akan digelar di 16-24 Mei mendatang, di Aarhus, Denmark. Sementara tim putri masih menanti nasib lewat perhitungan poin di akhir gelaran ini.

Di laga yang berlangsung di Rizal Memorial Stadium, Manila, Filipina, Minggu 16 Februari 2020, Indonesia sempat membuka peluang untuk langsung memetik kemenangan 3-0. Sayang, Malaysia menahan laju Indonesia.

Baca Juga: Satu Desa di Ujung Timur Wilayah Kuningan Terancam Terisolasi

Setelah dua poin sukses disumbangkan Anthony Sinisuka Ginting dan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, Jonatan Christie gagal menyelesaikan tugasnya. Setelah "match point" lebih dulu dengan unggul 20-17, dia justru tersalip dan akhirnya kalah 16-21, 21-17, 22-24.

loading...

Tunduk di gim pertama, Jonatan tampil lebih percaya diri di gim kedua. Dia pun sukses menguasai permainan dan kembali merebut kemenangan untuk menyamakan poin 1-1.

Sayang di gim penentuan, setelah berhasil menguasai permainan menegangkan dan unggul "match point", Jonatan masih belum bisa menyelesaikan permainan. Cheam justru sukses memaksakan jus 20-20. Jonatan pun sempat tertinggal 20-21. Tapi, dia kembali bisa memaksakan jus 22-22 untuk kembali membuka kesempatan. Kesalahan antisipasi bola dari Jonatan lah yang membuat Cheam akhirnya merebut poin kemenangan bagi Malaysia di partai ketiga ini.

Baca Juga: MAKI Gelar Sayembara Harun Masiku dan Nurhadi Berhadiah iPhone 11

"Saya kurang percaya diri karena dari kemarin tidak bisa mengeluarkan permainan yang biasanya. Kondisi ini jarang terjadi. Saya mau menyerang, tapi malah terburu-buru dan akhirnya mati sendiri. Harus lebih berani untuk pakai tempo menyerang," kata Jonatan seperti yang dikutip dari rilis PBSI.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X