Minggu, 23 Februari 2020

Pelatih: Juara Indonesia Master 2020 Greysia-Apriyani Hadapi Olimpiade Harus Berubah

- 22 Januari 2020, 17:19 WIB
GANDA putri bulutangkis Greysia Polii-Apriyani Rahayu.* /DOK. PBSI

PIKIRAN RAKYAT – Hasil gelar juara ganda putri Indonesia Master 2020 yang diraih Greysia Polii-Apriyani Rahayu bukan berarti membuat pasangan ini lekas puas.

Masih ada pekerjaan rumah yang dinilai Pelatih ganda putri PBSI Eng Hian yang harus diperbaiki pasangan ini jelang Olimpiade 2020, Agustus mendatang.

"Bukan berarti mereka juara lalu saya bilang sudah bagus. Tidak begitu. Bermain di rumah sangat membantu, mereka mau main lebih memaksa. Pukulan mereka efektif," kata Eng Hian sesuai rilis PBSI kepada Pikiran-rakyat.com, Rabu, 22 Januari 2020.

Baca Juga: Lutfi Pembawa Bendera Akui Disetrum demi Dapat Pengakuannya yang Telah Lempar Batu Ketika Demo

Dari beberapa turnamen sebelum Indonesia Master ini, menurutnya, Greysia-Apriyani masih beradaptasi dengan pola permainan baru yang diberikan olehnya. Mereka dinilainya masih ada keraguan.

"Saya mau mereka menyelesaikan pertandingan secepat mungkin. Tidak lagi mengandalkan durasi. Kalau bisa lima pukulan saja untuk menyelesaikan pertandingan, mengapa harus jadi 10 pukulan. Pola seperti ini membutuhkan akurasi, speed, dan power. Mereka sempat mencoba di Guangzhou pada saat World Tour Finals 2019. Karena belum terbiasa, kedodoran mainnya. Bukan fisik, tapi fokusnya yang kedodoran. Di Malaysia Master, mereka sudah mulai bisa menerapkannya, hanya di akhir belum konsisten," katanya.

Baca Juga: Khotbah Jumat Diatur demi Toleransi, Kemenag Didorong Dialog dengan Masjid yang Diduga Radikal

Ganda putri selama ini memang terkenal dengan main durasi. Siapa yang memiliki ketahanan dan fokus lebih baik, maka dia yang biasanya akan menang kalau menerapkan pola tersebut.

"Sebenarnya mereka juga tidak mau, tapi kan power dan speednya berbeda dengan ganda putra. Bagaimana bisa menyamakan dengan pola laki-laki, makanya kita coba permainan efektif ini," ujarnya.

Diakuinya, bila perjalanan anak asuhnya tersebut tidak mudah. Tahun lalu menjadi tahun yang dinilainya paling berat untuk Greysia-Apriyani. Kendala selalu ada, mulai dari Greysia yang mengalami cedera hingga non teknis yang sifatnya internal.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X