Rabu, 26 Februari 2020

Satu Dekade Mati Suri, Perkumpulan Olahraga untuk Tunanetra Kini Hadir Kembali

- 30 Desember 2019, 10:08 WIB
PECATUR tunanetra bertanding pada Turnamen Catur NPCI Wali Kota Bandung Cup VII/2019 di GOR Pajajaran, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Setelah satu dekade vakum, perkumpulan olahraga tunanetra, PORTI, akhirnya bangkit kembali.* /ARIF BUDI KRISTANTO/PR

PIKIRAN RAKYAT - Setelah vakum lebih dari 10 tahun, Perkumpulan Olahraga Tunanetra Indonesia (PORTI) kembali aktif untuk membina serta melahirkan atlet-atlet disabilitas khususnya untuk tunanetra.

“PORTI sifatnya ke pembinaan atlet khusus disabilitas tunanetra. Selama ini, mereka seperti kehilangan induk. Organisasi olah raga bagi panyandang disabilitas tunanetra ini sudah ada sejak lama namun mati suri lebih dari 10 tahun. Kali ini, PORTI kembali hadir dan lahir kembali,” tutur Dewan Pengawas PORTI, Abdul Karim usai acara gerak jalan Sosialisasi PORTI di lapangan Sidolig, Jalan Ahmad Yani, Minggu, 29 Desember 2019.

Dia menambahkan, tidak semua atlet disabilitas bisa tertampung di National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Karena itu, NPCI lebih kepada menjaring atlet-atlet yang sudah jadi untuk masuk dalam tim.

“Kalau di PORTI, sifatnya ini pembinaan dari nol sampai menjadi seorang atlet. Hakikatnya, pembinaan tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Keberadaan PORTI dibutuhkan untuk mewadahi kalangan penyandang disabilitas tunanetra untuk bisa berolahraga. Bahkan organisasi serupa sudah ada di level internasional,”katanya.

Baca Juga: Ajang Maraton di Kuningan Pecahkan Rekor karena 100 Peserta Difabel

Ketua Umum PORTI, Wahyu Hidayat menuturkan bahwa saat ini keberadaan PORTI sudah legal dan berbadan hukum. Bahkan pihaknya sudah melakukan audiensi dengan Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Zainudin Amali pada 10 Desember 2019.

“PORTI ini merupakan wadah bagi penyandang disabilitas tunanetra agar bisa berolahraga layaknya orang normal. Cabang olahraga yang bisa diikuti di antaranya atletik, renang, tenis meja, catur, goal ball, futsal, boling, voli duduk, judo, dan angkat berat,” ujar Wahyu.

Saat ini, organisasi PORTI sudah ada di beberapa provinsi. Selain Jawa Barat, organisasi PORTI hadir di Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Nangroe Aceh Darussalam.

Bahkan rencananya pada tahun 2020 PORTI akan menggelar rapat kerja nasional untuk membahas rancangan agenda serta program yang akan dilakukan kedepannya.***

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X