Senin, 24 Februari 2020

PON 2020 Papua, Sentralisasi Latihan Jadi Kebutuhan Mendesak

- 25 Desember 2019, 15:42 WIB
Obrolan Juara "Jabar Juara, Kudu Meunang" yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jabar di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin, 23 Desember 2019.* /ARIF BUDI KRISTANTO/PR

PIKIRAN RAKYAT - Persiapan yang tidak ideal akibat minimnya dukungan dana membuat sejumlah insan olah raga Jawa Barat gagal mempersembahkan pencapaian maksimal pada Babak Kualifikasi PON XX.

Insan olah raga di Jawa Barat menilai, segera memulai sentralisasi latihan untuk persiapan menuju putaran final PON menjadi kebutuhan mendesak apabila Jawa Barat masih berniat mempertahankan gelar juara umum pada PON XX/2020 di Papua.

Salah seorang atlet anggar, Khatrin Ghea Endar berharap agar pelaksanaan sentralisasi pelatda PON XX dapat secepatnya digelar.

Baca Juga: Sudah Diakui UNESCO, Kini Pencak Silat Incar Panggung Olimpiade

Peraih medali emas PON XIX dan dua perak pada babak kualifikasi PON XX itu menilai, dengan sentralisasi latihan bisa lebih fokus dan akan terjalin ikatan kuat dalam tim.

"Melalui sentralisasi, kerja sama dan chemistry antara atlet dengan atlet atau dengan pelatih akan terbangun dengan baik. Kalau sebelum babak kualifikasi, latihan bersama itu rutin dua minggu atau seminggu sekali dan itu tidak cukup. Setelah babak kualifikasi, kami tidak pernah lagi latihan bersama. Kami berharap sentralisasi bisa dilakukan karena chemistry tim itu tidak bisa instan," ujar Ghea pada acara Obrolan Juara "Jabar Juara, Kudu Meunang" yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jabar di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin, 23 Desember 2019.

Berdasarkan hasil babak kualifikasi yang digelar di GOR Gelora Universitas Semarang, 10-14 Oktober 2019 lalu, tim anggar Jawa Barat berhasil lolos pada 10 nomor dari total 12 nomor pertandingan cabang olah raga anggar PON XX 2020 di Papua.

Jabar meraih 2 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Dari total kuota full tim sebanyak 24 atlet, tim anggar Jabar memastikan diri meloloskan 20 orang atlet.

Namun, Jabar gagal meloloskan atlet pada nomor floret putra. Padahal, Jabar biasanya selalu meraih medali emas nomor tersebut pada tiga gelaran PON sebelumnya.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X