Selasa, 31 Maret 2020

Olimpiade 2032, Indonesia Jangan Sekadar Jadi Tuan Rumah

- 22 Desember 2019, 20:45 WIB
KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terpilih periode 2019-2023 Raja Sapta Oktohari mengikuti Kongres KOI di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum KOI periode 2019-2023 menggantikan Erick Thohir.*/ANTARA /null

PIKIRAN RAKYAT - Menjadi tuan rumah di Olimpiade 2032 tentu tidak hanya penyelenggara saja, tapi Indonesia juga harus bisa meloloskan lebih banyak wakil dan medali. Hal itu jadi pekerjaan rumah bagi Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Sesuai tugas dari Presiden RI. Bahwa prosesnya harus sejalan, kita tarik mundur persiapan menuju 2032 mulai dari 2020 nanti. Jadi bukan hanya jadi tuan rumah, tapi juga mampu meloloskan banyak atlet. Tahun 2032 tentu bukan waktu yang lama, hingga harus direncanakan dari sekarang," ucap Ketua KOI Raja Sapta Oktohari di Kantor KOI, FX Sudirman, Minggu, 22 Desember 2019.

Guna fokus mempersiapkan beberapa hal, Okto telah menunjuk beberapa PIC (person in charge) yang akan bertanggung jawab atas empat hal, yakni kepengurusan NOC Indonesia, prestasi di Olimpiade 2020, rumah Indonesia di Tokyo, dan persiapan Olimpiade 2032.

Baca Juga: Dapat Dukungan IOC, Indonesia Makin Percaya Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Indra Gumulya akan bertanggung jawab atas persiapan Olimpiade 2032. Kemudian dibantu Rafiq Hakim Radinal (penanggung jawab House of Indonesia di Tokyo), Wasekjen KOI Wijaya Noerhadi (penanggung jawab untuk kepengurusan NOC), serta Teuku Arlan Perkasa Lukman (penanggung jawab untuk prestasi Indonesia di Olimpiade 2020).

loading...

"Di tahun depan, ada dua tim besar yang akan bekerja. Pertama untuk persiapan prestasi dan kedua promosi kegiatan," ujarnya.

Harlan menambahkan, untuk persiapan Olimpiade 2020 dan multievent lainnya akan ada tim asistensi dan analisa data yang akan di SK (Surat Keputusan) kan di tahun depan.

Mereka akan langsung bekerja untuk memetakan potensi kelolosan atlet ke olimpik, lalu potensi medali, dan memotret potensi medali emas.

"Tim ini nantinya ada yang melekat di cabor dan ada yang untuk regulasi. Keduanya akan dibawah komando Komandan Kontingen (CdM)," katanya kemudian.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X