Lewat ASEAN Para Games, Para Atletik Ingin Loloskan Lebih Banyak Atlet ke Paralimpik 2020

- 20 Desember 2019, 12:49 WIB
SSUASANA salah satu latihan persiapan Asean Para Games 2020 di Filipina 18-25 Januari 2020 mendatang.* /ANTARA FOTO

Kelima pelari tersebut pun ditarget bisa mendapatkan 2-3 medali emas di multievent olahraga disabilitas se-Asia Tenggara ini.

Evi ditarget untuk bisa mendapatkan medali bukan hanya di 100 meter tapi juga di 200 meter. Dia dinilai menang di akurasi Begitu juga dengan Sapto, dia juga di bidik untuk bisa membawa pulang tiga medali untuk lari jarak menengah.

Untuk kelas Sapto, mengingat yang seimbang hanya datang dari atlet-atlet Eropa, maka kami sudah percaya diri dia bisa mendapatkan minimal dua emas. Elvin juga dipatok dua medali di nomor sprint.

"Kalau rangkingnya aman, maka NPC bisa melakukan pengajuan ke pihak WPA (Asosiasi Atletik Paralimpik). Nanti kemudian baru dihitung dan dilihat poinnya dengan disesuaikan dengan kuota regional masing-masing," tuturnya.

Baca Juga: NPCI Jabar Bidik 100 Medali Peparnas 2020 Papua, Misi Tak Mudah

Dengan menurunkan total 55 atlet, Slamet menilai bahwa pencapaian 31 medali emas bisa terjadi.

Apalagi komposisinya saat ini 70 persen adalah para atlet yang sudah pernah berlaga di Asian Para Games dan 30 persen adalah pemain baru. Ada tiga orang ex-Asian Games yang mengundurkan diri, yakni Abdul Halim, Kasidi, dan Endang Sitorus.

"Mereka memutuskan untuk pensiun. Padahal dari satu pelari saja masing-masing minimal bisa mendapatkan dua medali emas. Hingga ada minimal enam peluang emas pun hilang. Tapi persaingan di perak itu sangat ketat, jadi mungkin bisa naik menjadi emas. Nomor-nomor sprint masih jadi andalan, ada lebih dari 50 persen peluangnya," ujarnya.

Para atlet Indonesia ini nantinya akan mengikuti sekitar 115 nomor pertandingan dari total 417 medali.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X