Jumat, 24 Januari 2020

Atlet Peraih Emas SEA Games 2019 Asal Tasikmalaya, Pernah Bertanding dengan Bekal Uang Seribu Rupiah

- 11 Desember 2019, 17:58 WIB
MUHAMMAD Taufik, 32 tahun, atlet modern pentathlon asal Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya menggigit kepingan medali dalam konferensi pers di Kantor KONI Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Pemuda, Kota Tasikmalaya, Rabu 11 Desember 2019. Taufik merasakan pahit manis melakoni profesi atlet hingga akhirnya meraih emas pada SEA Games Filipina 2019.* /BAMBANG ARIFIANTO/PR

PIKIRAN RAKYAT - Perjalanan Muhammad Taufik, atlet modern pentathlon asal Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya bak kereta luncur dalam wahana permainan pemacu adrenalin. Ia mengalami pahit manis dan jatuh bangun melakoni kiprahnya sebagai atlet selama 15 tahun.

Pria 32 tahun tersebut pernah hanya memiliki uang seribu rupiah sebagai bekalnya bertanding‎. Menyabet medali emas dan perunggu pada SEA Games Filipina 2019, ia pulang ke kampung halamannya menggunakan kendaraan umum Elf tanpa gegap gempit dan arak-arak penyambutan.

Wajah Taufik, anak seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) tersebut, mendadak kuyu dengan mata berkaca-kaca saat ditanya pewarta tentang siapa yang menjadi motivasi dan pembakar semangatnya ketika berlomba.

Baca Juga: Mantan Narapidana Mesti Tunggu Lima Tahun Sebelum Ikut Pilkada

"Saya bermimpi menjadi atlet itu karena ingin bertemu ibu," kata Taufik dalam konferensi pers di Kantor Komite Nasional Olah Raga Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Pemuda, Kota Tasikmalaya, Rabu 11 Desember 2019.

MUHAMMAD Taufik (kiri), 32 tahun, atlet modern pentathlon asal Puspng, Kabupaten Tasikmalaya berbicara saat konferensi pers di Kantor KONI Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Pemuda, Kota Tasikmalaya, Rabu 11 Desember 2019. Taufik merasakan pahit manis melakoni profesi atlet hingga akhirnya meraih emas padaahia Sea Games Filipina 2019.*
MUHAMMAD Taufik (kiri), 32 tahun, atlet modern pentathlon asal Puspng, Kabupaten Tasikmalaya berbicara saat konferensi pers di Kantor KONI Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Pemuda, Kota Tasikmalaya, Rabu 11 Desember 2019. Taufik merasakan pahit manis melakoni profesi atlet hingga akhirnya meraih emas padaahia Sea Games Filipina 2019.*

Ya, Taufik sudah sangat lama tak bertemu ibundanya, Hj Noor Hayati yang merantau ke Arab Saudi sebagai tenaga kerja Indonesia. ‎ Hanya sekali ibu Taufik sempat pulang ke Tanah Air. Saat itu, ia berusia tiga tahun.

Kerinduan terhadap sang ibu bertemu membuatnya menguatkan tekad untuk menjadi atlet.

Baca Juga: Diduga Korsleting Saat Isi Baterai HP, Rumah Warga Cimahi Terbakar

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X