Sabtu, 7 Desember 2019

Indonesia Pertahankan Status Raja Bulu Tangkis Asia Tenggara

- 4 Desember 2019, 15:44 WIB
TIMNAS bulu tangkis putra Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya seusai penyerahan medali emas nomor beregu putra SEA Games 2019 di Kompleks Olahraga Muntinlupa, Manila, Filipina, Rabu 4 Desember 2019. Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia meraih medali emas setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1.* /DOK. ANTARA

MANILA, (PR).- Indonesia mempertahankan status raja bulu tangkis Asia Tenggara setelah merebut medali emas nomor beregu putra SEA Games XXX Filipina 2019.

Jonatan Christie dan kawan-kawan mengalahkan Malaysia 3-1 di partai final yang berlangsung di Muntinlupa Sports Complex, Metro Manila, Rabu 4 Desember 2019.

Final ini merupakan ulangan tahun lalu, di mana Indonesia juga sukses menundukkan Malaysia. Sejak ikut serta bertanding dalam SEA Games 1977, beregu putra Indonesia memang mendominasi perolehan medali emas.

Emas kali ini tercatat sebagai medali ke-17 bagi Indonesia. Sisanya lima emas diambil oleh Malaysia pada tahun 1965, 1989, 1991, 2001, serta 2005, dan tiga emas untuk Thailand di 1971, 1973, dan 1975.

Raihan medali emas ini dinilai Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti sudah sesuai dengan target. Pasalnya, secara kekuatan dalam 12 tahun terakhir, kualitas Indonesia memang masih di atas pemain negara Asia Tenggara lainnya di beregu. Soliditas menjadi kunci kemenangan Indonesia.

Baca Juga: Berkecimpung di Bidang Olahraga Sampai Politik, Erick Thohir Diberikan Penghargaan

"Ini sesuai dengan target yang dibebankan, yakni mempertahankan gelar di nomor beregu putra. Penampilan atlet-atlet juga cukup baik kali ini, hanya Fajar (Alfian)-Rian (Muhammad Rian Ardianto) yang kurang performanya," katanya sesuai rilis PBSI.

Poin pembuka untuk Indonesia kemarin disumbangkan oleh Jonatan Christie. Tunggal peringkat enam dunia tersebut sukses mengalahkan Lee Zii Jia dalam skor dua gim langsung 21-9, 21-17.

Kemenangan ini makin membuktikan keunggulan Jonatan atas Lee, mengingat dari empat pertemuan belum pernah sekalipun tunggal Malaysia peringkat 14 dunia tersebut menang.


Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X