Senin, 9 Desember 2019

Kembali Berlatih, Pesilat Jabar Fokus Tingkatkan Daya Ledak

- 3 Desember 2019, 21:31 WIB
TIM silat Jawa Barat berhasil merajai Babak Kualifikasi PON XX/2020 Wilayah I yang berlangsung di GOR Cempaka Putih Jakarta, Selasa-Sabtu, 12-16 November 2019 malam. Tampil dominan pada berbagai kelas, para pesilat Jabar mampu mengumpulkan 11 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu.*/ARIF BUDI KRISTANTO/PR /

BANDUNG, (PR).- Setelah merajai Babak Kualifikasi PON, tim pemusatan latihan daerah (pelatda) silat Jawa Barat kembali menjalani latihan.

Peningkatan daya ledak gerakan silat para atlet menjadi fokus pembenahan dalam latihan pascababak kualifikasi PON.

"Dari hasil babak kualifikasi, banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Dari sisi kondisi fisik dan stamina para atlet kita sudah bagus. Hanya saja daya ledak dan footwork masih harus ditingkatkan. Itu salah satu yang harus dimaksimalkan atlet ara patlet pada 2 Desember," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Barat Feri Hendarsin di Sekretariat IPSI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa, 3 Desember 2019.

Baca Juga: Pencak Silat Sabet Emas Lewat Puspa Arum Sari pada SEA Games 2019

Dia menilai, para selama babak kualifikasi PON para atlet tidak menunjukkan pergerakan agresif yang mengejutkan.

Salah satu faktor penyebabnya, kata Feri, adalah rangkaian program latihan yang tidak memadai.

"Explosive movement tidak dimiliki atlet karena memang kami tidak melatihnya secara baik. Para atlet tidak menjalani weight training sehingga maximum strength sebagai syarat untuk mewujudkan explosive movement itu tidak tercapai," tuturnya.

Dia menambahkan, minimnya uji coba juga menyebabkan para atlet gagal menunjukkan pergerakan-pergerakan agresif tidak terduga untuk menaklukkan lawan.

Padahal, kata Feri, uji tanding sangat penting untuk mengevaluasi kualitas.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X