Minggu, 23 Februari 2020

Antisipasi Virus Polio, Kontingen Indonesia SEA Games Wajib Vaksinasi

- 6 November 2019, 15:46 WIB
SEJUMLAH karateka mengikuti pelatnas SEA Games 2019 di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Virus Polio yang melanda Filipina cukup berdampak. Apalagi, pemerintah Indonesia dan Filipina yang menjadi tuan rumah SEA Games XXX yang akan digelar 30 November hingga 11 Desember 2019 sudah mengeluarkan travel warning terkait out brake polio tersebut.

Untuk itu, kontingen Indonesia mulai dari atlet, ofisial dan non offisial diminta wajib memiliki buku sertifikat vaksinasi internasional (International SertIficate of Vaccinations or Prophylaxis) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai bukti bahwa mereka sudah menjalani vaksinasi polio.

"Seluruh anggota Kontingen Indonesia harus melakukan vaksinasi yang dibuktikan dengan buku sertifikat vaksinasi internasional untuk bisa masuk ke Filipina. Kalau tidak memiliki buku sertifikat itu akan mengalami kesulitan untuk masuk ke Filipina, " kata Tim Kesehatan Kontingen Indonesia, Anggota Medis  Kontingen Indonesia, dr Pudji Widodo dan Koordinator Medis Kontingen Indonesia, Kol Laut (K) Dr Wiweka MARS saat mendampingi Timnas Hoki Indonesia menjalani vaksinasi polio  di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta Banten, Selasa, 5 November 2019 malam.  

Penyuntikan vaksinasi polio ini, kata Pudji, bertujuan agar seluruh anggota Kontingen Indonesia tidak terjangkit virus Polio. "Vaksinasi ini sangat penting bagi atlet sehingga tidak gampang terjangkit virus polio. Jangan sampai prestasi atlet terganggu gara-gara virus polio yang menyerang otot. Begitu juga dengan offisial dan non offisial serta suporter yang akan memberikan dukungan langsung ke Filipina," katanya.  

Menurut Pudji, program penyuntikan vaksinasi pertama memang sengaja dilakukan terhadap Timnas Hoki yang menjalani Trainning Camp dan uji coba di Ceko. Pasalnya, Tim Medis Kontingen mentargetkan seluruh anggota Kontingen Indonesia sudah menjalani vaksinasi 17 November 2019. 

"Timnas Hoki Indonesia lebih awal menjalani vaksinasi polio karena mereka baru kembali menjalani uji coba dari Ceko tanggal 21 November mendatang. Perlu diketahui bahwa kekebalan tubuh itu terbangun setelah dua minggu suntikan. Jadi, idealnya sebelum dua minggu sebelum bertolak semua sudah disuntik vaksinasi," tuturnya.   

Ketika disinggung mengenai wartawan olahraga yang akan meliput SEA Games XXX Filipina 2019, dr Wiweka yang juga Kepala RSAL Mintoharjo Jakarta menambahkan, masalah itu tidak perlu khawatir. Sebab, Chef de Mission (CdM), Harry Warganegara sudah berkoordinasi dan menjalin kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

"Kita nanti akan umumkan rumah sakit mana yang bisa didatangi wartawan untuk menjalani vaksinasi polio. Prinsipnya, semua biaya ditanggung Kemenpora. Nanti, kita akan segera umumkan," ujarnya. 

Ketika disinggung bagaimana jika suntikan virus polio itu mengandung obat-obatan yang masuk kategori doping, Pudji mengatakan pihaknya akan mengeluarkan surat keterangan resmi kepada penyelenggara sehingga tidak terkena sanksi bilamana vaksinasi itu masuk kategori doping.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X