Senin, 9 Desember 2019

Menpora Zainudin Amali Harus Kerja Keras, Cepat, dan Tuntas

- 24 Oktober 2019, 18:49 WIB
MENPORA Zainudin Amali.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang baru memiliki tugas sulit untuk membenahi olahraga Indonesia, khususnya sepak bola. Zainudin Amali sebagai Menpora baru pun diingatkan oleh lembaga swadaya masyarakat yang aktif mengamati sepak bola #SOS (Save Our Soccer) agar tidak salah jalan.  

Terpilihnya Zainudin, menurut Koordinator SOS, Akmal Marhali, adalah di luar ekspektasi. SOS pun mempertanyakan pertimbangan menjadikan Zainudin sebagai Menpora.

Zainudin yang merupakan politisi Golkar ini memang sudah malang melintang di dunia legislatif. Pria kelahiran Gorontalo 1962 ini sudah pernah menempati berbagai posisi dalam berbagai komisi di DPR.

Akan tetapi, Zainudin tidak memiliki latar belakang olahraga kuat. Kebanyakan latar belakangnya adalah dunia usaha. Dia mengenal olahraga hanya sebatas hobi, yaitu suka berenang dan bermain golf.

"Secara mata lahir, keputusan memilih beliau terkesan aneh. Bagaimana mungkin sosok yang tidak banyak intens di kepemudaan dan kegiatan olahraga bisa memimpin kemenpora? Tapi, buat Pak Zainudin, ini akan jadi tantangan. Setidaknya, dia harus membuktikan diri layak memimpin kementerian ini. Tapi ingat, jangan sampai salah jalan di dalam hutan rimba. Bisa tersesat dan ini akan sangat berbahaya," kata Akmal sesuai rilis yang diterima "PR", Rabu, 24 Oktober 2019.

Terlebih, menurut Akmal, ada pesan khusus langsung yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo, yakni membenahi sepak bola nasional. Hal itu harus jadi poin penting dan perhatian serius dari Zainudin. Apalagi, Jokowi juga menegaskan tak segan memecat para menterinya bila tak maksimal.

"Menpora mendapatkan tantangan terberat karena ada pesan singkat yang diberikan penekanan. Ada dua ujian buatnya, pertama terkait sepakbola. Kedua, tentunya multi-event SEA Games 2019 di Filipina pada 30 November 2019-11 Desember 2019. Menpora harus kerja cepat, kerja keras, kerja tuntas buat dua ujian tersebut. Tak mampu memberikan hasil maksimal bukan mustahil akan di-resuffle," ucapnya.

Sepakbola, kata dia, memang pas untuk mendapatkan perhatian khusus, apalagi ada banyak kasus yang terjadi. Mulai dari krisis kepemimpinan sampai banyaknya masalah yang muncul di kompetisi domestik yang berujung buruknya penampilan timnas.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X