Minggu, 23 Februari 2020

Delapan Nama Ditetapkan sebagai Calon Sementara Ketua Umum PSSI

- 10 Oktober 2019, 20:04 WIB
KETUA Komite Pemilihan Syarif Bastaman (kanan) didampingi Anggota Komite Pemilihan Irawadi Hanafie (kiri) saat menyampaikan keterangan pers di kantor PSSI, Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Delapan bakal calon Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 melaju ke bursa pemilihan sebagai calon sementara. Kedelapannya dinilai Komite Pemilihan (KP) memenuhi persyaratan administrasi sebagai tahap pertama verifikasi.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Komite Pemilihan No.3/X/2019 tentang calon sementara. Sesuai yang diterangkan oleh Ketua KP Syarif Bastaman bersama tiga anggota KP lainnya dalam jumpa pers di Kantor PSSI, FX Sudirman, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019, dari hasil verifikasi yang dilakukan pihaknya terhadap 11 bakal calon Ketua Umum, ada delapan nama yang lolos sebagai calon sementara dan tiga nama dinyatakan tidak lolos verifikasi, namun boleh melakukan banding.

Kedelapan nama tersebut yakni Avent Hinelo, Benhard Limbong, Benny Erwin, Fary Djemy Francis, La Nyalla Mattalitti, Muhammad Iriawan, Rahim Soekasah. dan Vijaya Fitriyasa. Sementara tiga nama yang tidak diloloskan adalah Arief Putra Wicaksono, Sarman, dan Yesayas Oktavianus.

"Jadi Kami sudah bekerja sebulan penuh untuk menerima dan memverifikasi. Ini kami lakukan secara sungguh-sungguh, sebab bukan tugas yang mudah. Mengingat berkas yang kami terima tidak sedikit, awalnya 120 berkas. Kami bekerja seobjektif dan sesistematis mungkin untuk membawa PSSI ke jenjang berkelanjutan dan meningkat. Kami tidak ingin setiap kepengurusan PSSI kembali ke awal," kata Syarif.

Pihaknya menafsirkan bahwa kerja mereka merupakan aspek objektif, sementara untuk aspek subjektifnya ada di voter nanti dalam Kongres Pemilihan, 2 November 2019 di Jakarta. Syarat objektif melihat dari pemenuhan persyaratan yang berdasarkan statuta PSSI.

"Dari segala persyaratan yang ditetapkan, kami telah melakukan integrity cek ke Komisi Disiplin. Apakah para bakal calon tersebut telah melakukan sesuatu yang melanggar hukum di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Komisi Disiplin PSSI pun telah mengecek kepihak pengadilan negeri dan melihat apakah ada pelanggaran hukum yang pernah dilakukan. Hasilnya ada 5-6 calon sementara yang mendapatkan catatan terkait hal itu, tapi mereka tetap dianggap memenuhi persyaratan administrasi dan tidak menggugurkan pencalonannya," tuturnya.

Kebanyakan yang memiliki catatan adalah mereka yang pernah sidang atau sedang menjalani kasus hukum di pengadilan. Kebanyakan tercatat sebagai saksi pengadilan. Catatan tersebut akan KP umumkan kepada voter pada saat Kongres nanti.

Kemudian, mengingat ada banyak calon yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan legislatif, maka pihaknya akan meminta surat pernyataaan kepada para calon tersebut. Menyangkut masalah netralitas dan independensi yang merujuk pada Pasal 7 dalam statuta PSSI.

"Guna memenuhi unsur netralitas dan independensi, kami akan minta mereka buat surat yang isinya tidak akan buat atau menyatakan sikap politik selama di PSSI. Kami mengikuti standar FIFA. Karena mengingat banyak calon dari kalangan politik," ujar Syarif menambahkan.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X