Jumat, 28 Februari 2020

Ada di Dasar Klasemen, Timnas Indonesia Pantang Patah Arang

- 8 Oktober 2019, 21:37 WIB
PARA pemain Timnas Senior melakukan latihan jelang lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G melawan Uni Emirate Arab (UEA) di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis, 10 Oktober 2019. Indonesia sementara masih jadi juru kunci grup dengan hasil nol poin setelah kalah lawan Malaysia dan Thailand di partai kandang.*/PSSI

DUBAI, (PR).- Berada di dasar klasemen Grup G pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, tidak membuat Tim Nasional (Timnas) Senior Indonesia patah arang. Menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) di lanjutan pertandingan fase grup di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis, 10 Oktober 2019, Tim Garuda justru percaya diri dan sangat menantikan pertandingan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Pelatih Timnas Senior Simon McMenemy melalui pesan singkat kepada media, Selasa, 8 Oktober 2019. Jelang dua hari pertandingan, mereka melakukan pengulangan tentang apa yang mereka lakukan di tiap latihan dalam beberapa hari terakhir.

"Kami mengatur untuk 25 pemain dalam laga ujicoba internal agar mereka bisa belajar dari kesalahan, bagaimana bisa mengambil keputusan yang tepat pada saat mendesak. Sesi latihan ini sangat positif, pemain terlihat percaya diri dan kami menantikan laga nanti," katanya.

Bagi Hansamu Yama dkk., ini merupakan laga ketiga di Grup G, sedangkan untuk UEA adalah laga kedua mereka. Indonesia datang dengan nilai nol poin setelah kalah dari Malaysia dan Thailand di laga kandang. Sebaliknya calon lawan tim Merah Putih telah mengumpulkan tiga poin pertamanya usai menang di laga perdana melawan Malaysia.

Guna menjaga peluang untuk terus maju ke babak selanjutan dalam kualifikasi ini, maka Indonesia tidak boleh membawa pulang kekalahan lagi. Minimal hasil seri harus di tangan untuk tetap menjaga asa.

Persiapan tidak ideal

Persiapan Timnas menuju Dubai sebenarnya tidak cukup ideal. Pasalnya, pemain baru tiba empat hari sebelum pertandingan. Butuh adaptasi cepat untuk bisa menyesuaikan kondisi lapangan dan atmosfer pertandingan.

"Ya memang begini kendalanya. Tapi saya bisa mengerti soal situasi ini dan kami hanya harus melakukan yang terbaik saja. Pemain baru tiga empat hari sebelum pertandingan. Tiga hari sebelum laga adalah yang tricky, karena adaptasi dan pemulihan kondisi pemain dibutuhkan cepat. Kalau main di laga kandang tidak masalah, tapi di sini berbeda. Soal perbedaan waktu, suhu 37-40 dejarat plus kering saat siang, dan panjangnya penerbangan jadi tantangan tersendiri," tuturnya.

Kendati terkendala, Simon tetap menilai sebagai pemain profesional, pemainnya dianggap sudah bisa mengatasinya. Mereka pun mengaku banyak belajar dari laga kontra Yordania.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X