Kalah 0-2, Harapan Indonesia untuk Masuk Playoff Grup I Tahun Depan Menipis

- 14 September 2019, 18:58 WIB
M. Rifki Fitriadi mencoba mengembalikan bola lambung lawan di pertandingan hari pertama babak pertama Grup II Piala Davis 2019 zona Asia Oceania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 14 September 2019. Rifki masih harus mengakui keunggulan lawannya Ajeet Rai dari Selandia Baru dengan kekalahan 6-7(7), 3-6.*/TENIS INDONESIA

JAKARTA, (PR).- Harapan Indonesia untuk bisa masuk dalam playoff Grup I tahun depan semakin menipis setelah kekalahan di hari pertama babak pertama Grup II Piala Davis 2019 Zona Asia Oceania. Bertanding di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 14 September 2019, Indonesia kandas 0-2 atas Selandia Baru. 

Di partai tunggal pertama, M. Rifki Fitriadi takluk di tangan Ajeet Rai dua set langsung 6-7(7), 3-6 dan kemudian, David Agung Susanto kalah tangguh atas Rhett Purcell. Setelah sukses merebut kemenangan di set pertama, David justru takluk di dua set berikutnya dengan skor akhir 6-3, 4-6, 0-6.

Kesempatan Indonesia tinggal di hari kedua yang akan memainkan tiga partai. Jika di partai pertama yang memainkan nomor ganda, Indonesia kalah, maka tim Garuda akan menjalani playoff Grup II, Maret tahun depan. Di 2020, format baru akan ditetapkan. Tidak ada pembagian zona untuk Grup I dan Grup II seperti saat ini, dan menjadi global format. 

Permainan kedua pemain Indonesia kemarin sebenarnya cukup mengejutkan. Menghadapi pemain yang memiliki rangking dunia lebih tinggi, Rifki maupun David ternyata mampu memberikan perlawanan terutama di set pertama. Sayang, keduanya sama-sama gagal mempertahankan momentum dan akhirnya takluk. 

Rifki di set pertama sempat unggul 6-5, namun dia gagal mengakhiri setelah Ajeet melakukan break untuk menyamakan kedudukan. Tie break pun terjadi. Di gim penentu ini, Rifki tidak mampu mengusai permainan setelah sempat unggul empat set poin. Kehilangan dua poin di tie break membuatnya kehilangan momentum dan lawan pun menemukan kepercayaan diri untuk ambil kemenangan. 

loading...

Rifki mencoba mengambil kembali permainannya di set kedua. Namun, terlalu sulit setelah lawannya mulai naik kepercayaan dirinya. Dia berusaha mengejar mendekati hingga poin 3-4, tapi lagi-lagi keputusan yang salah membuat pemain berusia 20 tahun ini kembali kehilangan kemenangannya. 

"Sebenarnya senang bisa main jadi pembuka. Sayang di set pertama setelah bisa mengimbangi 5-5 dan break 6-5, justru tidak bisa ngambil. Di tie break pun setelah leading 6-2, kehilangan dua poin saya langsung hilang momentum. Kesalahan saya ketika unggul empat set poin adalah bermain "safe". Harusnya saya main menekan saja, nekad karena tinggal satu poin lagi. Tapi ini sebaliknya dan lawan jutru bisa bangkit," tukasnya. 

Di set kedua, Rifki mengaku tidak lelah. Hanya saja, menurut dia, ketika lawan yang sudah memiliki level dunia dapat kepercayaan diri, maka akan sulit untuk bisa mengjegalnya. "Awalnya memang ada beban karena kekalahan di set pertama. Tapi saya berusaha melepaskan tekanannya," tukasnya. 

Ajeet mengatakan saat ketinggalan atas Rifki, dia diingatkan oleh Kapten tidak bermainnya, Alistair Hunt untuk bermain lebih tenang. Dia pun mencobanya, dan berusaha untuk mencari poin per poin tanpa memikirkan tekanan dari penonton dan sebagainya. "Saya beruntung, karena Rifki permainannya justru menurun. Jadi saya tinggal ambil alih permainan saja," ujarnya. 

Halaman:

Editor: Eva Fahas


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X