Selasa, 2 Juni 2020

Tiga Atlet Jabar Peraih Emas Kejuaraan Dunia Para-Badminton 2019 Diterima Wagub Jabar

- 30 Agustus 2019, 19:13 WIB
WAGUB Jabar Uu Ruzhanul Ulum bersama rombongan NPCI Jabar berfoto bersama di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 30 Agustus 2019.*/MIRADIN SYAHBANA RIZKY/PR

BANDUNG, (PR).- Tiga pebulutangkis asal Jawa Barat peraih medali emas dalam kejuaraan dunia Para-Badminton 2019 di Basel, Swiss, pekan lalu, mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 30 Agustus 2019. Ketiganya itu yakni Hary Sutanto, Hafizh B dan Deva Anrimusthi.

Bersama rombongan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jabar yang dihadiri Pembina NPCI Jabar Irjen Pol Bambang Waskito dan Ketua Umum Supriatna Gumilar diterima langsung oleh Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Uu mengaku, sangat mengapresiasi kepada ketiga pebulutangkis tersebut karena sudah mengharumkan nama Indonesia dan Tanah Pasundan di kancah internasional. 

"Alhamdulillah mereka berhasil. Bukan hanya mengharumkan nama Jabar, tetapi juga Indonesia. Karena itu, wajar kalau pemerintah memberikan perhatian dan apresiasi," kata Uu.

Menurutnya, prestasi yang diraih pebulu tangkis Jabar di Swiss dapat memotivasi atlet lain untuk menghadapi Peparnas XVI 2020 di Papua. Dia pun optimistis Jabar akan menjadi juara umum dalam ajang tersebut. "Saya yakin di Papua nanti kita bisa juara umum lagi, apalagi ada mereka (tiga pebulutangkis yang meraih emas di Swiss). Walaupun, sesuai aturan hanya bisa ikut di satu nomor pertandingan," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Uu juga merespons permintaan NPCI Jabar terkait penambahan anggaran untuk Pelatda jelang Peparnas XVI. Menurut dia, Pemprov Jabar akan mengupayakan permintaan tersebut. "Apa yang diinginkan NPCI Jabar untuk Pelatda kami akan upayakan untuk ditambah, mudah-mudahan ada tambahan karena masih ada peluang yang pasti akan kami usahakan," katanya.

Sementara itu, salah satu pebulutangkis peraih emas Kejuaraan Dunia Para-Badminton 2019, Hary Sutanto mengatakan, dirinya akan terus berlatih dan berupaya mengharumkan Indonesia dengan mengikuti Pelatnas di Solo jelang Asean Para Games 2019 di Filipina dan Paralimpiade 2020 di Jepang. "Saya sangat siap dan semakin bersemangat mengikuti kejuaraan dunia lainnya dan membawa Jabar raih juara di Peparnas. Sangat berterima kasih kepada Pemdaprov Jabar yang selalu mendukung keberhasilan kami,” imbuhnya.

Pembina NPCI Jabar Irjen Pol Bambang Waskito juga mengapresiasi kontribusi pebulutangkis asal Jabar di Kejuaraan Dunia. Dia pun memastikan ketiga pebulu tangkis asal Jabar tersebut lolos seleksi dan akan ikut dalam Paralimpiade 2020 di Jepang. "Potensi atlet dari Jabar ini luar biasa dan mereka bertiga dipastikan lolos seleksi ikut Olimpiade. Prestasi ini harus dipertahankan dan lebih ditingkatkan," ujar Bambang.

Sedangkan ketua NPCI Jabar Supriatna Gumilar menyatakan, pesaing terberat Jabar pada Peparnas XVI adalah Jawa Timur, DKI Jakarta dan tuan rumah Papua. Maka itu, Pelatda harus digelar pada November mendatang. "Mudah-mudahan anggaran pun bisa ditambah untuk Pelatda yang harus segera digelar, mudah-mudahan kami mempertahankan gelar juara umum. Karena angka Rp 1,5 Miliar tidak cukup untuk memenuhi honor para atlet pelatda," katanya.

Sebelumnya, atlet NPCI Jabar memberikan kontribusi maksimal dalam perolehan medali di kejuaraan dunia Para-Badminton 2019 di Basel, Swiss. Atlet Jabar menyumbangkan tiga medali emas, satu perak dan tiga perunggu.

Halaman:

Editor: Eva Fahas


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X