Kamis, 5 Desember 2019

Komitmen Memajukan Sepak Bola Putri dan Independensi Jadi Poin Penting Perubahan Statuta PSSI Hasil Kongres Luar Biasa

- 28 Juli 2019, 18:07 WIB
PARA Komite Eksekutif PSSI memimpin Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu 27 Juli 2019. KLB menghasilkan percepatan jadwal Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2020-2024.*/ WINA SETYAWATIE/PR

JAKARTA, (PR).- Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI telah merevisi beberapa hal penting dalam statuta PSSI. Perubahan bukan hanya hal administratif tapi juga komitmen untuk kemajuan sepak bola, khususnya sepak bola putri.

Revisi dalam statuta PSSI dilatarbelakangi arahan dari FIFA supaya sesuai dengan regulasi yang terkini. Beberapa poin penting yang harus terapkan sebagai payung regulasi PSSI dibacakan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, saat KLB PSSI selesai digelar di Hotel Marcure Ancol, Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019.

Pertama, kata dia, adalah komitmen kepada sepak bola putri. Hal itu tertuang dalam pasal 4 yang menyatakan bahwa tujuan PSSI saat ini adalah untuk memajukan perkembangan sepak bola perempuan. 

"Kemudian, adanya penambahan area Komite Independen. Saat ini, ada Komite Independen yang terdiri dari Komite Audit dan Kepatuhan serta Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan. Di mana, di statuta yang lalu tidak disebutkan adanya Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan. Lalu, di area independensi, Komite Pemilihan harus tidak memiliki hubungan fungsi eksekutif dengan PSSI, Liga, maupun klub," kata Tisha.

Ia menambahkan, untuk latihan tata kelola yang baik, saat ini telah ditetapkan adanya pembatasan masa jabatan Komite Eksekutif (Exco). Selain itu, ada lagi perubahan berupa penggabungan pasal-pasal, penambahan perapihan administrasi keanggotaan, serta revisi kode pemilihan yang difokuskan kepada independensi. 

"Untuk masa jabatan exco, pembatasannya exco tidak boleh lebih dari tiga kali masa jabatan, baik berturut-turut maupun tidak,” ucapnya.

Pengabungan pasal-pasal antara lain soal pemilihan, Ketua Umum berhalangan, dan adanya prosedur untuk melakukan integrity check bagi seluruh kandidat eksekutif dengan persetujuan dari FIFA dan AFC. Agenda kedua, revisi kode pemilihan PSSI yang sifatnya fokus kepada kriteria independensi dan mengubah komposisi. Komite Pemilihan terdiri dari tujuh orang, satu Ketua dan Wakil, serta lima anggota. Sementara, Komite Banding Pemilihan terdiri dari lima orang, satu Ketua dan Wakil, serta tiga anggota.

Komite Pemilihan pun sudah ditetapkan, yaitu Syarif Bastaman sebagai Ketua dan Harbiansyah Hanafiah sebagai Wakil Ketua. Sementara, susunan anggotanya adalah Irawadi Hanafie, Budiman Dalimunthe, Maurice Tuguis, Soedarmaji dan Rocky Bebena.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X