Minggu, 19 Januari 2020

530 Anak Bersaing Tembus Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Kota Bandung

- 27 Juli 2019, 18:06 WIB
null

BANDUNG, (PR).- Sedikitnya 530 anak akan berkompetisi untuk bisa menjadi bagian PB Djarum melalui  Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Kota Bandung yang digelar di GOR KONI Bandung, Jalan Jakarta, Minggu, 28 Juli 2019 sampai Selasa, 30 Juli 2019. Audisi tersebut menjadi bagian upaya PB Djarum menjaring bibit pebulu tangkis calon juara level nasional hingga internasional.

Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation Budi Darmawan mengatakan, berbeda dari edisi sebelumnya yang turut mencari atlet potensial dari kelompok umur 15 tahun, Audiri PB Djarum 2019 memfokuskan pencarian atlet belia dpada dua kelompok usia yakni U-11 (di bawah usia 11 tahun) dan U-13 (di bawah usia 13 tahun), baik putra dan putri. Mereka yang terpilih melalui proses seleksi ketat sejak tahap Audisi Umum hingga Final Audisi Umum di Kudus, akan mendapatkan beasiswa bulutangkis dari Djarum Foundation dan diasah kemampuannya di PB Djarum.

"Untuk mencetak atlet bulu tangkis level nasional, dibutuhkan waktu 7 sampai 10 tahun. Oleh karena itu kali ini kami fokuskan pencarian bibit atlet usia 11 dan 13 tahun dengan harapan maksimal10 tahun ke depan mereka menjadi tumpuan tim nasional bulu tangkis kita pada ajang-ajang internasional," ujar Budi pada sesi jumpa pers di GOR KONI Bandung, Jalan Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis sudah digelar secara rutin sejak 2006. Pada 2019, audisi  digelar di lima kota di Pulau Jawa, yakni Kota Bandung, Purwokerto, Surabaya,solo raya, dan Kudus. Kota Bandung, akan menjadi titik pertama bagi Tim Pencari Bakat PB Djarum untuk menemukan pebulutangkis muda berkualitas dari area Jawa Barat dan sekitarnya. 

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menilai, Bandung dan kabupaten-kabupaten lain di Jawa Barat memiliki sejarah panjang melahirkan pebulutangkis-pebulutangkis andal yang jadi tulang punggung Indonesia. Sejumlah legenda dan atlet PB Djarum berasal dari Jawa Barat, seperti Ivana Lie, Aryono Miranat, hingga Ihsan Maulana Mustofa. Selain itu, antusiasme dan gairah masyarakat Jawa Barat terhadap bulutangkis juga nyaris tak pernah padam.

“Secara historis, Jawa Barat selalu bisa melahirkan pemain-pemain yang berprestasi di level nasional maupun dunia. Kami ingin potensi-potensi itu kembali terlihat melalui Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Bandung. PB Djarum fokus untuk mencari atlet-atlet muda yang mampu menunjukkan mental dan karakter seorang juara,” ujar Fung Permadi .

Menurut dia, selain bakat istimewa dan teknik dasar yang mumpuni, karakter juara adalah salah satu acuan para Pencari Bakat PB Djarum dalam memilih pemain yang akan diberi Super Tiket. Karakter juara ini akan terlihat saat pemain beraksi di lapangan. Salah satu indikatornya adalah punya daya juang yang tinggi dan enggan menyerah. “Sementara kalau dari segi fisik, tahun ini kami akan mencari pemain yang gesit, itu poin utama,” ujarnya.

Tingginya antusiasme pecinta bulutangkis di Bandung terlihat dari jumlah peserta yang melakukan pendaftaran ulang secara online, hingga  Sabtu sore pukul 15.00 WIB, jumlahnya mencapai lebih dari 856 pendaftar, terdiri dari 663 putra dan 193 putri. Sebanyak 530 atlet sudah melakukan registrasi ulang.

Bukan saja berasal dari Jawa Barat, banyak peserta bahkan datang dari luar provinsi Jawa, seperti Bali, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Barat, Sumatera selatan, hinbbgga Suwesi Utara. Proses pendaftaran ulang di GOR KONI masih akan terbuka hingga Sabtu malam. "Pada hari pertama seluruh peserta akan menjalani tahap screening. Ini merupakan tahapan seleksi melalui pengamatan langsung Tim Pencari Bakat PB Djarum," kata Fung.

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X