Senin, 16 Desember 2019

Jonatan dan Anthony Membuat Tegang Penonton di Istora

- 16 Juli 2019, 21:22 WIB
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie membuat degdegan penonton di Istora.*/PBSI

JAKARTA, (PR).- Ketegangan menyelimuti Istora Senayan saat dua tunggal putra Indonesia tampil di babak pertama Blibli Indonesia Open 2019. Baik Jonatan Christie maupun Anthony Sinisuka Ginting membuat suporter yang memenuhi Istora deg-degan setelah mereka hampir saja kalah.

Keduanya mencatatkan kemenangan dramatis. Unggulan keenam, Jonatan Christie hampir saja harus meneruskan permainan menjadi tiga gim, setelah Rasmus Gemke sukses memaksakan "duece". Beruntung, Jonatan akhirnya bisa menuntaskan permainan dengan poin ketat 21-17, 24-22.

Begitu juga dengan Anthony. Dia hampir saja kehilangan kesempatan untuk melaju ke babak selanjutnya, bila mana di gim penentuan tidak mampu menguasai permainan. 

Pemain asal SGS Bandung itu kehilangan kesempatannya untuk mengakhiri permainan dalam dua gim setelah di gim pertama kalah tipis 20-22 dari Lu Guang Zu. Begitu juga di gim kedua, kondisi yang sama pun kembali terjadi. Kali ini, Anthony lebih bisa mengatasi tekanan lawan, hingga dia akhirnya bisa merebut kemenangan meski dengan poin yang sama tipisnya 23-21. 

Baru di gim penentuan, Anthony tancap gas. Sempat memimpin jauh 17-10, lagi-lagi Anthony hampir melakukan kesalahan. Beruntung di poin-poin kritis dia kembali bisa menguasai keadaan dan akhirnya menang 21-18 setelah berjuang dalam durasi 78 menit. 

"Puji tuhan bisa melewati babak pertama dan terhindar dari cedera. Set pertama ada 3-4 poin lawan dari kesalahan saya. Hanya saja pas 16-20, sempat mau mengejar dan menyamakan kedudukan 20-20, tapi kesempatannya belum ada. Gim kedua, kondisinya hampir sama. Sempat memimpin 2-3 poin, 'duece' lagi. Beruntung di akhir saya bisa lebih menguasai permainan. Gim penentuan, Lu tidak bermain sama layaknya  dia saat banyak buang poin. Pas buang poin dia banyak melakukan kesalahan sendiri, saat bisa menyusul, justru dia malah main lebih sabar," imbuhnya. 

Menurut Anthony, dirinya memang mewaspadai Lu. Mengingat lawannya beberapa kali pernah membuat kejutan dengan mengalahkan pemain Top 10 dunia. Terlebih, seperti tipikal pemain Tiongkok lainnya, Lu dinilainya memang sulit untuk dimatikan. 

"Dia ulet dan jarang buat kesalahan sendiri. Variasi netting silangnya juga buat posisi saya tidak enak," ujarnya.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X