Minggu, 23 Februari 2020

Indonesia Mengejar Tiket World Cup 2023

- 11 Juni 2019, 07:15 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Indonesia akan mulai menjalani babak kualifikasi FIBA Asia guna memperebutkan tiket menuju FIBA Asia 2021. Ini menjadi momentum penting untuk bisa mengejar tiket menuju World Cup 2023 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah

Ada 24 negara yang berpartisipasi di kualifikasi yang akan berlangsung pada akhir November hingga awal Desember 2019, dan Februari 2020 ini. Ke-24 negara tersebut terbagi dalam enam grup. Berdasarkan hasil undian kualifikasi FIBA Asia 2021 yang berlangsung di Bengaluru, India, pekan lalu, Indonesia masuk di Grup A bersama Filipina, Thailand, dan Korea Selatan. 

Sementara Taiwan, Jepang, Malaysia, dan Tiongkok menempati Grup B. Di Grup C ada Australia, Hong Kong, New Zealand, Guam. Lalu di Grup D akan bersaing Bahrain, Lebanon, India, serta Irak. 
Grup E dihuni oleh Saudi Arabia, Syria, Qatar, dan Iran. Sementara grup terakhir, yakni di Grup F ada Jordania, Kazakhstan, Sri Lanka, dan Palestina.

Anggota FIBA Central Board, Erick Thohir, Senin 10 Juni 2019 di Jakarta mengatakan jika undian untuk babak Kualifikasi FIBA Asia ini baru pertama kali dilakukan. Sebelumnya format FIBA Asia tidak menggunakan sistem kualifikasi tapi berdasarkan peringkat. 

Dengan sistem kandang-tandang, Indonesia menurut Erick memiliki dua keunggulan. Pertama bisa mendapatkan lawan tanding yang memiliki prestasi regional dan Asia (di grup A), hingga bisa meningkatkan kualitas permainan Timnas. 

"Kedua, pertandingan kandang bisa jadi ajang pemanasan untuk kita (Indonesia -Red.) yang akan menjadi tuan rummah FIBA World Cup 2023 bersama Filipina dan Jepang. Ini jadi uji coba sejauh mana kesiapan kita, sekaligus mengevaluasi kekurangan yang ada," tuturnya. 

Lewat sistem tersebut, maka Indonesia memiliki dua jendela dimana Indonesia berkesempatan untuk bisa menjadi tuan rumah di babak pertama, yakni antara 25 November-3 Desember 2019 dan 25 Februari 2020. Serta satu kesempatan untuk tuan rumah babak kedua pada 20-25 November 2020.
Dua tim teratas masing-masing grup langsung meraih tiket putaran final. Enam negara di peringkat ketiga klasemen akan menjalani putaran kedua untuk memperebutkan empat slot dari total 16 peserta. 

Verifikasi

Sebagai kandang Timnas, Indonesia mengajukan Britama Arena - Mahaka Square, Kelapa Gading Jakarta. Sebagaimana persyaratan FIBA, venue pertandingan sebelumnya akan jalani verifikasi yang akan dilakukan oleh perwakilan FIBA Asia pada Juli 2019 nanti.

"Jadi mereka akan melihat kesiapan venue pertandingan yang akan dipergunakan. Saat ini Britama sedang dalam tahap renovasi. Begitu juga ketersediaan dan kelayakan hotel untuk tim tamu dan wasit FIBA," kata Erick menambahkan. 

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X