Jumat, 28 Februari 2020

Menang 4-1 Atas Inggris, Indonesia Melaju ke Perempat Final di Piala Sudirman 2019

- 19 Mei 2019, 21:37 WIB
TIM Indonesia masuk dalam babak perempat final setelah bertanding di Guangxi Sports Center Gymnasium, Tiongkok, Minggu, 19 Mei 2019. Indonesia petik kemenangan pertama di Grup 1B atas Inggris 4-1. Satu-satunya poin yang lepas datang dari sektor ganda campuran. Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti harus mengakui keunggulan duet suami-istri, Chris Adcock-Gabrielle Adcock dengan skor 17-21, 18-21.*/HUMAS PBSI

NANNING, (PR).- Indonesia memastikan diri maju ke babak perempat final Piala Sudirman 2019 setelah merebut satu kemenangan di fase grup. Bertanding di Guangxi Sports Center Gymnasium, Tiongkok, Minggu, 19 Mei 2019, Indonesia petik kemenangan pertama di Grup 1B atas Inggris 4-1.

Kemenangan tersebut menempatkan Indonesia di puncak klasemen grup. Indonesia tinggal menjalani satu pertandingan lagi melawan Denmark untuk menentukan juara grup.

Sebaliknya, bagi Inggris, kekalahan itu menempatkan mereka di dasar klasemen, dibawah Indonesia dan Denmark. Mereka harus bisa menang telak melawan Denmark di laga selanjutnya, Senin, 20 Mei 2019. Denmark sendiri kemarin belum menjalani satu pertandingan pun. 

Pada kemenangan Indonesia, satu-satunya poin yang lepas datang dari sektor ganda campuran. Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti harus mengakui keunggulan duet suami-istri, Chris Adcock-Gabrielle Adcock dengan skor 17-21, 18-21. 

Pertemuan kedua pasangan ini di empat pertemuan sebelumnya memang selalu ramai. Namun, Praveen-Melati sebenarnya memiliki keuntungan karena di dua pertemuan sebelumnya, di Japan Open dan China Open 2018, sudah menang atas pasangan Adcock ini. 

Kekalahan Praveen-Melati sendiri tidak lepas dari ketidaksiapan mereka mengantisipasi servis lawan. Banyak poin yang hilang karena tidak siap merespon servis lawan. 

"Kami memang terpengaruh dengan servis lawan. Mulai dari kedudukan 17-17 sampai akhir di gim pertama tadi. Apalagi ini pertandingan pertama Mely (Melati) jadi agak kagok juga mainnya," kata Praveen. 

Kekalahan juga disebabkan faktor nonteknis

Sang pelatih, Richard Mainaky, mengatakan bahwa secara kualitas kedua pasangan tersebut dinilainya berimbang. Hanya saja yang dilihatnya, pada saat unggul di gim pertama, justru anak didiknya tidak bisa mengatasi masalah nonteknis yang datang dari lawan. 

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X