Performa Kevin-Marcus Menurun, Dua Ganda Putra Indonesia Diberikan Target Berbeda Jelang Kualifikasi Olimpiade 2020

- 16 April 2019, 16:12 WIB
KEVIN Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, meraih gelar juara di Malaysia Master 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Dua pasang ganda putra utama bulutangkis Indonesia dinilai kurang bagus peformanya dengan mengevaluasi hadil dari dua turnamen, Malaysia Open 2019 dan Singapore Open 2019. Ada sedikit penurunan performa dari Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, namun di sisi lain sedikit peningkatan terlihat di Fajar Alfian-Mohammad Rian Ardianto yang dinilai bisa lewati "tembok".

Di Malaysia Open 2019, Kevin-Marcus hanya bisa mencapai babak perempat final setelah kandas di tangan Fajar-Rian. Namun Fajar-Rian sendiri tidak mampu melangkah lebih jauh dari babak semi final. 

Kemudian, di Singapore Open 2019, sebaliknya. Fajar-Rian tumbang di tangan Kevin-Marcus pada babak perempat final. Tetapi, Kevin-Marcus pun tidak bisa maju lebih jauh setelah takluk dari Takeshi Kamuran-Keigo Sonoda di "4 Besar". 

"Boleh di bilang memang secara hasil tidak baik. Enggak bagus, walaupun di satu sisi ada kemajuan, khususnya Fajar-Rian, karena bisa "pecah telur". Karena untuk kali pertama, di Malaysia Open, mereka bisa melewati "tembok" (Kevin-Marcus) yang sebelumnya selalu kalah dalam tiga pertemuan. Buat saya, sebagai pelatih senang karena artinya ada kemajuan sedikit," tukas pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Selasa, 16 April 2019.  

Selama ini, menurut dia, sosok Kevin-Marcus memang masih menjadi hambatan untuk ganda utama keduanya tersebut. Hingga bisa lewat pun bagus. Namun, yang kurang bagus ketika semi final melawan Takeshi-Sonoda. Performa Fajar-Rian dinilai memburuk karena sudah habis-habisan saat melawan Kevin-Marcus. 

loading...

"Saat saya tanya, mereka bilang drop. Habis di pikiran dan konsentrasinya. Karena mereka harus menahan konsentrasi, belajar dari tiga turnamen yang hampir menang, ternyata malah kalah," ucapnya. 

Kematangan permainan Fajar-Rian sudah meningkat

Sejauh ini, mental juara Fajar-Rian dinilainya sudah mulai keliatan. Hanya saja, cara mereka mengatur permainan di lapangan masih belum tenang. "Sejauh ini kematangan mereka sudah mulai keliatan dari permainannya. Error-nya sudah mulai berkurang. Kalau dulu, error-nya banyak, sekarang persentasenya sudah berkurang dan keliatan kepercayaan dirinya meningkat. Melawan siapa saja tidak ada ada rasa terlalu khawatir. Itu terlihat setelah Asian Games," imbuhnya. 

Di sisi lain, penurunan performa dilihatnya dari pasangan utamanya, Kevin-Marcus. Herry mengaku belum tahu apa penyebabnya, karena belum berbicara secara individu dengan pemainnya tersebut. 

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X