Selasa, 2 Juni 2020

Tunggal Putri Indonesia Coba Hapus Kutukan di Malaysia Open 2019

- 2 April 2019, 10:08 WIB
Ilustrasi.*/DOK PR

KUALA LUMPUR, (PR).- Tunggal putri Indonesia berharap bisa lolos dari "kutukan" babak pertama di Malaysia Open 2019 yang akan berlangsung di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 2-7 April ini. Indonesia menurunkan dua wakilnya, Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani di sektor ini. 

Di turnamen World Tour Super 750 ini, Gregoria dan Fitriani akan langsung mendapatkan tantangan berat. Gregoria akan bertemu dengan juara India Open, Ratchanon Intanon, sementara Fitriani akan mengulang pertemuannya tahun lalu di turnamen ini dengan Sung Ji Hyung di babak pertama. 

Keduanya berharap bisa menorehkan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dimana mereka gagal lolos dari babak pertama. Ketika itu, Gregoria harus menyerah di tangan Carolina Marin. Begitu juga dengan Fitriani, menyerah ditangan Ji Hyunh kendati sudah memberikan perlawanan tiga gim. 

Kali ini mereka punya harapan yang tinggi, mengingat keduanya memiliki tugas untuk mengejar poin untuk menaikan rangking dunia mereka sebelum babak kualifikasi Olimpiade dimulai di New Zealand Open 2019, 30 April-5 Mei nanti. 

Pertemuan antara Gregoria dan Ratchanok nanti adalah yang keempat kalinya. Dari tiga pertemuan sebelumnya, tunggal Merah Putih peringkat 15 dunia tersebut belum sanggup menciptakan kemenangan. 

"Inginnya bisa lebih dari pencapaian tahun lalu. Target awal pribadi saya sendiri bisa menang dari dia (Ratchanok -Red.), karena saya ingin revans. Saya akan berusaha," ujarnya.

Kontrol yang bagus
 
Berkaca dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, Gregoria menilai bahwa yang terlihat calon lawannya itu memiliki pukulan yang bagus. Namun, tidak sekuat pemain Jepang. 

"Itu yang jadi kunci saya percaya seharusnya bisa menang lawan dia. Hanya memang dia memiliki pukulan dan kontrol main yang bagus, jadi kadang suka terbawa permainannya," katanya. 

Hal tersebut yang amat diantisipasinya. Mengingat pola Ratchanok dinilainya sangat mengatur, hingga sering kali kalau tidak kontrol akan terbawa permainannya. 

"Jadi harus dijaga benar permainannya. Jangan sampai kesetir, minimal kalau terlanjut kebawa harus bisa menahan dan jangan bikin kesalahan sendiri," tuturnya menambahkan. 

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X