Senin, 27 Januari 2020

Cacat Moral Membuat Sepak Bola Indonesia Tidak Dipercaya

- 29 Maret 2019, 15:11 WIB
Pengaturan skor.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Banyaknya kasus pengaturan skor yang terjadi di jagat sepak bola Indonesia membuat banyak pihak menyayangkannya dan geram. Bahkan tidak sedikit orang-orang yang ada di lingkungan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) terindikasi terlibat.

Anggota Exco PSSI sudah ada yang terjerat dan ditahan. Yang terbarum Pelaksana Tugas Ketua PSSI Joko Driyono baru saja ditahan Satuan Tugas Anti Mafia Bola.

Dengan adanya keterlibatan orang-orang PSSI, masyarakat dan pecinta sepak bola Indonesia mulai meragukan kualitas praktik persepakbolaan Indonesia.

Hal itu diakui pengamat sepak bola Tommy Welly dalam acara bertajuk Membangun Masa Depan Sepak Bola Indonesia Bersama Satgas Anti Mafia Bola. Acara digelar di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis 28 Maret 2019.

Tommy Welly menilai, Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk kepolisian telah melakukan hal yang optimal dalam urusan “bersih-bersih” sepak bola Indonesia. Hal itu secara perlahan bisa membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat.

“Pasti terjadi penurunan kepercayaan masyarakat dan sudah terjadi, tapi tidak boleh dibiarkan. Adalah hal yang normal jika kurva (kepercayaannya) turun tapi jangan diabaikan. Cara menaikkannya gimana? Satgas bersih-bersih, keluarga sepak bola juga harus bersih-bersih, klub, asprov, voters harus bersih diri supaya ke depannya kepercayaannya naik lagi,” tutur Tommy Welly.

Dia juga meminta PSSI melakukan pembersihan praktik kotor sebelum berjalannya bergulirnya kompetisi musim 2019. Tujuannya, agar kasus-kasus pengaturan skor pada tahun-tahun sebelumnya tak terulang. Saat kompetisi sudah berjalan tetapi kasus-kasus masa lalu dibiarkan dan tanpa ada penegakan hkum, beban kasus pengaturan skor masa lalu tidak otomatis tergerus oleh jalannya kompetisi.

Kasus pengaturan skor di jagat sepak bola Indonesia diakui Tommy Welly juga bukan hanya terjadi pada musim 2018. Pada musim-musim sebelumnya, aksi culas itu sudah pasti terjadi. Namun menurut dia, sebaiknya kasus-kasus yang terjadi pada 2018 bisa dibersihkan dan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melangkah ke kasus pengaturan skor sebelum 2018.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X