Senin, 24 Februari 2020

Menang dari Brunei di AFC U-23, Lalu Target Kemenangan di SEA Games 2019

- 25 Maret 2019, 20:44 WIB
INDONESIA gagal tampil di putaran final Piala AFC U-23 2020 tahun 2020 karena 0-1 ketika melawan Vietnam di Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, Minggu, 24 Maret 2019.*/DOK HUMAS PSSI

HANOI, (PR).-Timnas U-23 harus meraih kemenangan atas Brunei Darussalam di laga terakhir fase grup Kualifikasi Piala AFC U-23 2020 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa, 26 Maret 2019. Meski tidak bisa meloloskan Indonesia ke putaran final, setidaknya hal itu akan menyelamatkan muka timnas setelah dua kali kalah besar atas Thailand dan Vietnam. 

Tekad bulat untuk bisa tetap memberikan yang terbaik disampaikan oleh bek tengah timnas U-23, Nurhidayat, yang disampaikan melalui layanan pesan singkat, Senin, 25 Maret 2019. Dia mengatakan, mereka tetap mengincar kemenangan besar.

"Kami sudah berjuang maksimal. Namun hasil memang belum berpihak kepada kami. Kami tetap akan bermain maksimal saat menghadapi Brunei, karena kemenangan menjadi harga mati," ungkapnya. 

Sementara, pelatih timnas U-23, Indra Sjafri, mengatakan bahwa kekalahan tersebut menjadi pelajaran timnas. Ada kelemahan yang dinilainya masih menganga, yakni bagaimana mengatasi serangan dari bola-bola mati.

"Bagaimana mengatasi bola-bola set piece, itu yang akan kami perbaiki dan menjadi pekerjaan rumah kami ke depan," ujarnya. 

SEA Games 2019 jadi target selanjutnya

Menghadapi Brunei, misi kemenangan pun disampaikan Indra. Namun, ia tidak terlalu memasang target karena fokusnya langsung tertuju ke SEA Games 2019 akibat kegagalan menuju putaran final AFC U-23 2020.

"Sepak bola Indonesia tetap akan berkembang. Tentu setelah ini ada target-target lain yang harus dicapai, karena ada beberapa tugas lain yang harus dimulai. Saya diberikan beberapa event, AFF, AFC, dan SEA Games, saya akan konsisten dengan itu," ujarnya.

Ia pun berjanji akan ada evaluasi menyeluruh untuk timnas U-23. Dengan kegagalan di kualifikasi Piala Asia, maka medali emas SEA Games menjadi harga mati yang harus diwujudkan. 

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X