Pakar Hukum: PSSI Langgar Statuta dan Hadirkan Lagi Rangkap Jabatan

- 20 Maret 2019, 10:38 WIB
PSSI/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Pelaksana tugas (Plt.) Ketua umum PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) resmi dijabat Gusti Randa menggantikan Joko Driyono.

Joko Driyono saat ini menjadi tersangka kasus perusakan TKP dan pencurian barang bukti tindak pidana dugaan pengaturan skor.

Menurut Peneliti Hukum di Kementerian Hukum dan HAM Eko Noer Kristiyanto, PSSI mengambil tindakan yang “luar biasa”. Menurut dia, PSSI saat ini tengah disorot tekait dugaan pengaturan skor, mafia bola, dan anggota komisi eksekutif yang jadi tersangka kasus hukum.

"PSSI saat ini malah melakukan manufer seperti ini. Manufer yang jelas-jelas akan mengundang cibiran dan kritik keras karena penunjukan Gusti Randa sebagai Plt. ketua umum melanggar Statuta," ujar Eko Noer Kristiyanto dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Selasa 19 Maret 2019.

loading...

Eko Noer Kristiyanto menjelaskan, di dalam aturanya, ketua umum PSSI memiliki dua wakil yaitu wakil pertama Joko Driyono dan wakil kedua Iwan Budianto. Jika ketua umum berhalangan, sosok yang jadi Plt. adalah wakilnya.

"Dari dua wakil ini, dipilih yang paling senior yaitu Joko Driyono, tapi jika Joko Driyono tidak bisa, otomatis Iwan Budianto yang seharusnya menjadi Plt., bukan Gusti Randa. Kondisi seperti ini bisa terjadi kalau Iwan Budianto berhalangan seperti Joko Driyono. Dalam kondisi normal, seharusnya Iwan Budianto yang menggantikan Joko Driyono. Plt. itu tetap wakil ketua," katanya.

Terjadi lagi rangkap jabatan

Penunjukan Gusti Randa, menurut Eko Noer Kristiyanto, menyalahi aturan. Selain itu, jika menyoal kepatutan, ketua umum PSSI sebelumnya, Edy Rahmayadi mengundurkan diri karena rangkap jabatan.

"Kemarin Gusti Randa diangkat menjadi komisaris PT. Liga, ini malah sarat kepentingan lagi. Ini tidak berhubungan dengan sepak bolanya, tapi dalam teori komunitas, memang selalu ada orang yang memainkan peran, dan selama ini Gusti Randa memang orang yang tidak selalu keberatan untuk dijadikan bumper, apa-apa ke dia segala macam, saya tidak tahu apakah terkait peranan ini," ujarnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X