Selasa, 26 Mei 2020

Ganda Campuran Indonesia Gagal Melangkah ke Final All England 2019

- 10 Maret 2019, 21:19 WIB
GANDA campuran Indonesia, Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti gagal melangkah ke babak final All England 2019. Langkah mereka dijegal pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok, Zheng Siwei-Huang Yaqiong 21-13, 20-22, 13-21 di babak semi final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Minggu, 10 Maret 2019.*/HUMAS PBSI

BIRMINGHAM, (PR).-

Kegagalan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti, melangkah ke babak final All England 2019 memperpanjang paceklik gelar juara di sektor ganda campuran. Ini jadi tahun ketiga sektor ganda campuran belum bisa membawa gelar dari turnamen bulutangkis tertua di dunia tersebut.

Gelar terakhir dari ganda campuran tercipta pada 2016 lewat Praveen yang ketika itu berpasangan dengan Debby Susanto. Namun, kekalahan 21-13, 20-22, 13-21 atas ganda nomor satu dunia Zheng Siwei-Huang Yaqiong dari Tiongkok di babak semi final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Minggu, 10 Maret 2019 dini hari, membuat Praveen gagal mengulang masa kejayaannya tersebut. 

Pada laga itu, Praveen-Melati sebenarnya sangat berpeluang besar untuk bisa melangkah ke final. Apalagi setelah unggul di gim pertama dan sempat memimpin kedudukan match point 20-17 di gim kedua.

Namun, kesalahan yang mereka buat sendiri akhirnya menjadi bumerang. Zheng-Huang pun menikung dan menghasilkan lima angka berturut-turut untuk akhirnya memaksakan gim ketiga. 

Hilang percaya diri

Di gim ketiga ini, permainan Praveen-Melati sejak awal tidak meyakinkan. Sempat terekam pembicaraan mereka ketika jeda istirahat antar gim, di mana Melati mengatakan, "Kenapa bisa jadi begini sih?"

Sejak itu, terlihat bahwa pasangan Indonesia ini sudah kehilangan kepercayaan diri. Itu terlihat dalam permainan mereka di gim penentuan yang banyak melakukan kesalahan. Sempat bisa menahan hingga poin 6-6, namun setelah itu mereka terus tertekan dan tertinggal jauh 10-15.

Sayang, kesalahan demi kesalahan yang mereka lakukan membuat lawan tambah percaya diri, hingga mereka pun kembali bermain ke pola normal. Kesempatan Praveen-Melati untuk merebut gelar pertama mereka pun hilang setelah di bombardir dengan skor telak.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X