Jumat, 28 Februari 2020

Peta Kekuatan Ganda Putra Dunia di All England Bergeser

- 3 Maret 2019, 20:14 WIB
GANDA putra Indonesia, Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan saat bertanding melawan pasangan Prancis, Baptiste Careme-Ronan Labar pada ajang Total BWF World Championship 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2015). Pasangan Indonesia menang dengan skor 19-21, 21-17, 21-18.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Persaingan sektor ganda jelang All England 2019, 6-9 Maret 2019, dinilai Pelatih Ganda Putra Indonesia, Herry Imam Piergnadi akan sedikit bergeser. Denmark yang dalam dua tahun belakangan menjadi ancaman utama bagi para ganda Indonesia, kini dinilai tidak lagi. 

Peta persaingan kini, menurutnya beralih ke Tiongkok dan Jepang. Meski begitu, para ganda Indonesia diminta untuk tetap waspada. 

"Kalau melihat dari rangking dunia, sepertinya Denmark yang dalam dua hingga tiga tahun belakangan jadi ancaman utama, kini tidak lagi. Yang harus diwaspadai benar-benar saat ini adalah Tiongkok dan Jepang. Mereka harus masuk dalam analisis pemain," tuturnya kepada wartawan di Pelatnas PBSI, Kamis, 28 Februari 2019. 

Di All England, Indonesia menurunkan lima pasangan. Mereka yakni, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto, Wahyu Nayaka-Ade Yusuf, Berry Anggriawan-Hardianto, dan pasangan senior Hendra Setiawan-Muhamad Ahsan. 

Dari kelima pasangan tersebut Kevin-Marcus diharapkan bisa mempertahankan gelarnya. Bukan hanya untuk menciptakan hattrick juara All England, tapi lebih untuk mempertahankan poin mereka. Karena jika kalah, mereka akan kehilangan poin yang cukup besar.  

Bagi Fajar-Rian, ada tugas khusus. Mereka harus bisa meningkatkan rangkingnya, untuk memudahkan mereka menjalani kualifikasi Olimpiade yang dimulai April nanti. 

"Mereka perlu naik rangking ke-8 besar minimal. Saat ini mereka di posisi 9 dunia. Kalau dari hitungan, jika mereka bisa menembus minimal babak "8 Besar" saja di All England, maka rangking mereka bisa naik, mungkin bisa jadi di 7 dunia bahkan. Ini bagus untuk start mereka jelang perhitungan poin Olimpiade April nanti," ujar Herry. 

Sementara untuk pasangan lainnya, dia mengharapkan selain untuk jadi pembuka jalan bagi wakil Indonesia yang melaju, juga untuk cari poin. Menurutnya meloloskan sebanyak mungkin pemain ganda Merah Putih di 8 besar dunia pada saat pengumpulan poin Olimpiade sangat penting. Karena dengan begitu, ujar Herry, pihaknya punya banyak pilihan. 

"Untuk Olimpiade memang hanya dua pasangan dari tiap negara yang bisa ke Olimpiade, jika peringkatnya masuk 8 dunia. Namun, kami menyiapkan bukan hanya dua pasangan saja. Ada tim bayangan juga. Mereka nanti yang akan pelapis, manakala ada kondisi yang tidak memungkinkan terjadi," katanya. 

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X