Senin, 24 Februari 2020

Ganda Campuran Indonesia Amankan Gelar Juara Dunia Junior

- 18 November 2018, 12:39 WIB
PASANGAN ganda campuran Rehan Khusharjanto dan Siti Fadia Silva Ramadhanti memeluk pelatih mereka setelah memenangi pertandingan di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Sabtu 21 Oktober 2017.*

HONG KONG, (PR).- Indonesia memastikan satu gelar juara dunia junior dari sektor ganda campuran pada BWF World Junior Championship 2018, usai menciptakan final sesama Merah Putih. Peringkat dua WJC tahun lalu, Rehan Naufal Kusharjanto-Siti Fadia Silva Ramadhanti, kembali akan mencoba keberuntungannya dengan menghadapi juniornya Leo Rolly Carnando-Indah Cahya Sari Jamil yang tampil perdana di kejuaraan ini.

Dengan bertemunya dua pasangan Indonesia ini di final, maka sektor ganda campuran akan membawa pulang satu medali emas dan satu medali perak. Ini mengulang kesuksesan tahun lalu, di mana Indonesia juga menciptakan final sesama Indonesia, antara Rinov Rivaldy-Pitha Haningtyas Mentari dan Rehan-Siti Fadia.

Kini Rinov sudah bermain di level senior. Kemarin, Rehan-Siti Fadia mengamankan tiket final terlebih dahulu setelah sukses menaklukan wakil Korea, Wang Chan-Na Eun Jeong dalam skor 21-18, 21-18. Kemudian, Leo-Indah menyusul usai menang 21-13, 21-23, 21-19 atas ganda Tiongkok, Shang Yichen-Zhang Shuxian.

Usai bertanding di semi final, Fadia mengatakan senang karena target ke final sudah tercapai. Baginya ini sudah setengah jalan menuju gelar juara dunia, jadi dia mengaku siap melawan siapapun, termasuk rekan senegaranya sendiri. 

"Tinggal satu langkah lagi, jadi mau lawan siapa saja harus siap. Ini sudah setengah tangga, tinggal satu kaki lagi mau apa tidak melangkah ke atas. Yang pasti, di final harus tetap fokus ke satu titik, memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ujar Fadia di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada, Sabtu 17 November 2018 waktu setempat.

Sementara itu, bagi Leo-Indah yang baru pertama kali tampil di Kejuaraan Dunia junior, hasil ini cukup mengejutkan. Apalagi mereka tampil dengan status sebagai pemain non unggulan.

Perjalanan mereka menuju partai puncak pun tidak mudah, termasuk menghadapi unggulan pertama asal Tiongkok, Guo Xinwa-Liu Xuanxuan di babak ketiga. 

"Rasanya senang sekali, tidak menyangka. Tampil dengan status pemain non unggulan, target kami awalnya hanya sampai semifinal dulu. Ternyata bisa menembus dan sampai final sesuai yang diinginkan pelatih," ucap Leo. 

Di semi final kemarin, Leo-Indah kembali bertemu dengan pasangan unggulan lainnya. Tidak mudah, karena mereka harus berusaha selama 69 menit sebelum akhirnya memetik kemenangan tiga gim. 

Halaman:

Editor: Wina Setyawatie

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X